Tol Semarang-Demak Gunakan Bambu sebagai Matras

- Kamis, 23 September 2021 | 02:09 WIB
SM/pu.go.id : MENGUJI : Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung, Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Ditjen Cipta Karya menguji bahan bambu sebagai sistem matras guna meningkatkan daya dukung tanah dasar di lokasi konstruksi jalan tol Semarang- Demak, Selasa (21/9). (55)
SM/pu.go.id : MENGUJI : Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung, Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Ditjen Cipta Karya menguji bahan bambu sebagai sistem matras guna meningkatkan daya dukung tanah dasar di lokasi konstruksi jalan tol Semarang- Demak, Selasa (21/9). (55)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tol Semarang- Demak direncanakan menggunakan bambu sebagai matras. Hal itu untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar di lokasi konstruksi .

Saat ini, Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung, Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan, Direktorat Jenderal Cipta Karya tengah melaksanakan pengujian untuk mengukur kelayakannya.

”Pengujian dilakukan untuk mempersiapkan bahan bambu yang akan digunakan sebagai konstruksi matras untuk mempercepat waktu konsolidasi pada tanah di lokasi konstruksi Jalan Tol Semarang- Demak.

Perbaikan kondisi tanah (soil improvement) melalui konstruksi matras bambu dilakukan karena konstruksi tanggul laut yang terintegrasi dengan jalan tol ini akan dibangun di atas tanah dengan klasifikasi very soft soil,” jelas Kepala Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung Ferri Eka Putra dikutip dari situs resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pengujian yang dilakukan terdiri dari dua jenis yaitu uji tarik sistem matras bambu dan uji lentur sistem matras bambu. Tujuannya untuk mengetahui perilaku dari bambu yang dirangkai menjadi kesatuan sebagai matras jika mengalami gaya tarik dalam arah horisontal serta gaya tekan pada arah tegak lurus.

Pengujian tarik sistem matras bambu dan uji lentur sistem matras bambu baru kali pertama dilakukan dan diharapkan dapat memberikan terobosan dalam solusi perkuatan tanah lunak yang murah dan tepat guna.

Dengan mempertimbangkan suasana pandemi Covid-19, kegiatan pengujian dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dan juga disediakan fasilitasi penyaksian pengujian secara virtual atau live streaming.

Pengujian tersebut dilakukan sebagai bagian dari kegiatan Full Scale Trial Embankment pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak yang merupakan proyek Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah - DIY, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR.

Kegiatan ini diprakarsai oleh PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak (PPSD) selaku Badan Usaha Jalan Tol yang nantinya akan mengelola operasional dari Jalan Tol Semarang-Demak dan didukung oleh PT Lapi ITB selaku perencana Rincian Teknik Akhir Jalan Tol Semarang-Demak seksi 1.

Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak terintegrasi dengan tanggul laut di mana struktur timbunan di atas laut direncanakan diperkuat oleh matras bambu setebal 17 lapis.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Pemerintah Terus Berupaya Turunkan Kasus Covid-19

Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:31 WIB

PDIP: Desa Sebagai Orientasi Pengabdian

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:31 WIB

Yuk, Mengulik Makna Mengenai Hari Santri Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:08 WIB
X