Hidupi 80 Nenek Sebatang Kara

- Kamis, 23 September 2021 | 01:52 WIB

"Banyak orang lanjut usia hidup sendiri di Kabupaten Tegal. Hal itu memunculkan simpati dari masyarakat. Salah satunya dari mereka yang tergabung dalam Panti Jompo Keliling "Simbah Sebatangkara".

ERINAWATI (38) dan suaminya Edi Sucipto (40) tinggal di Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal.

Bersama beberapa sukarelawan, mereka mendirikan Panti Jompo Keliling ”Simbah Sebatangkara”. Dengan menggunakan sepeda motor yang mengangkut sembako, mereka keliling ke orang-orang lanjut usia yang hidup sebatang kara.

Sebanyak 80 nenek sebatang kara hampir tiap hari disambangi untuk diberi sembako, makanan, dan kebutuhan lainnya.

Baru-baru ini, sukarelawan Panti Jompo Keliling ”Simbah Sebatangkara” singgah di rumah kakak dan adik, Tamah (94) dan Ridah (90) di RT 4, RW V, Desa Kalisoka.

Mbah Ridah yang masih bisa berjalan dengan dibantu tongkat kayu menyambut dengan ramah. Wajahnya berseriseri, bak nenek yang kedatangan cucu.

Para sukarelawan pun tak canggung untuk cium tangan dan memeluk nenek yang tak memiliki anak itu. Keseharian Mbah Ridah adalah merawat kakaknya, Mbah Tamah.

Para sukarelawan kemudian menyerahkan paket sembako ke Mbah Ridah. Namun nenek itu bergeming di depan pintu. Berbisik lirih, Mbah Ridah ternyata tak kuat untuk mengangkat sembako itu. Suasana pecah menjadi gelak tawa.

Sementara pada saat bersamaan datang Kepala Desa Kalisoka, Ahmad Dumeri. Dia langsung meraih tangan Mbah Ridah untuk membawakan sembako ke dalam rumah.

Pemerintah desa juga rutin memberikan bantuan berupa bansos dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) dan Jaminan Hidup (Jadup).

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Hadapi Pemilu 2024, Airlangga Hartarto Minta Doa Ulama

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:28 WIB

13 Tokoh Ini Berjasa di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda

Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:26 WIB

Vaksinasi dan Prokes Kunci Pulihnya Sektor Parekraf

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 21:52 WIB
X