Kiriman Bulk Tuntas, Bio Farma Rampungkan Produksi Vaksin Covid-19

- Rabu, 22 September 2021 | 21:00 WIB
Kedatangan vaksin tahap ke-30 yang berjumlah 21,2 juta dosis vaksin bentuk bulk produksi Sinovac. (Info Publik Kemkominfo)
Kedatangan vaksin tahap ke-30 yang berjumlah 21,2 juta dosis vaksin bentuk bulk produksi Sinovac. (Info Publik Kemkominfo)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Bio Farma sudah menuntaskan seluruh rangkaian proses produksi vaksin Covid-19 dengan pasokan bulk yang dikirim secara bergelombang dari Sinovac, Tiongkok.

Vaksin pamungkas yang diproduksi sebanyak 12,8 juta dosis yang dijadwalkan sudah terdistribusi pada akhir September 2021.

Untuk kebutuhan vaksinasi, kemungkinan vaksin yang digunakan dalam bentuk jadi dari luar yang pengirimannya sudah berlangsung.

Menurut Sekretaris Perusahaan merangkap Jubir Bio Farma, Bambang Heriyanto, secara total, vaksin Covid-19 dalam bentuk bulk itu sudah terkonversi semua menjadi 125,4 juta dosis.

Baca Juga: Skuad PSIS Dominasi Penghargaan Terbaik di Pekan Ketiga, Imran: Ini Hasil Kerja Keras Tim

Proses fill and finish yang dilakukan itu tuntas dalam kurun waktu sembilan bulan. "Batch terakhir yang selesai diproduksi sebanyak 12.8 juta dosis, pada 19 September lalu," katanya dalam keterangan yang diterima, Rabu 22 September 2021.

Dijelaskan, total bulk vaksin yang diterima dari Sinovac sebanyak 153,9 juta dosis, termasuk overfill.

Overfill merupakan ekstra volume bulk vaksin yang disiapkan untuk mengantisipasi proses filling ke dalam kemasan multidoses, sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Karenanya, meski volume bulk terkesan lebih banyak, jumlah vaksin jadi yang dihasilkan selama proses produksi hanya sekitar 125,4 juta dosis. Angka ini masih di atas jumlah vaksin jadi dari luar sebanyak 115,4 juta dosis.

Vaksin-vaksin finish product itu terus berdatangan. Selasa (21/9) lalu, Indonesia kembali menerima tambahan vaksin Covid-19 tersebut dengan total 5.2 juta dosis. Jumlah ini terdiri dari lima juta dosis vaksin CoronaVac 2 dosis.

Baca Juga: Targetkan Kekebalan Komunal Tercapai, Jokowi Minta Mahasiswa Ajak Masyarakat Ikut Vaksinasi Merdeka

Penerimaan lima juta vaksin CoronaVac itu menggenapkan penerimaan vaksin Covid-19 dari Sinovac, menjadi 50 juta dosis vaksin dalam bentuk finish product melalui mekanisme B to B, yang dikirim sejak 13 Agustus 2021.

Dari jumlah tersebut, 29.697.878 dosis, sudah terdistribusi. Sisanya, segera didistribusikan setelah mendapat rilis dari Badan POM dan penugasan dari Kemenkes.

Selain vaksin dari Sinovac, di tanggal sama, Indonesia juga menerima vaksin Covid-19 dari Sinopharm sebanyak 200 ribu dosis dalam bentuk finish product. Kiriman ini merupakan hibah dari Red Cross of Society China secara bilateral.

Baca Juga: Pemulihan Industri Perfilman, Menko Airlangga: Terbuka Peluang Layanan Streaming Berbasis Platform Digital

Dengan kedatangan dua jenis vaksin tersebut, dalam tiga pekan terakhir selama bulan September 2021, Indonesia telah menerima sebanyak 51,3 juta dosis dari berbagai macam platform dan produsen, baik dengan mekanisme bilateral (B to B) maupun multilateral (G to G) dari Australia, Prancis, Belanda, Amerika Serikat, dan China.

Total vaksin yang sudah diterima sebanyak 269,3 juta dosis. Sepanjang tahun ini, katanya, Bio Farma sudah mendistribusikan vaksin Covid-19 sebanyak 171.364.570 dosis. Ini terdiri dari CoronaVac 1 dosis (untuk nakes dan hibah) sebanyak 4.107.780, vaksin Covid-19 Bio Farma 104.368.200 dosis, AZ (Covax, B2B, hibah) 20.136.284 dosis, Moderna 7.871.318 dosis, CoronaVac 2 dosis sebanyak 29.697.878 dosis, dan Sinopharm (hibah) 720.766 dosis dan Pfizer sebanyak 4.462.344 dosis.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banjir Bandang di Garut, 21 Rumah Rusak

Minggu, 28 November 2021 | 08:42 WIB

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X