Digitalisasi Tetap Menjadi Kunci Pengembangan Daerah

- Rabu, 22 September 2021 | 14:33 WIB
Ilustrasi digitalisasi. (unsplash.com/@christoper-gower)
Ilustrasi digitalisasi. (unsplash.com/@christoper-gower)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Transformasi digital merupakan langkah penting yang harus dilakukan secara terintegrasi, terstruktur dan massif di semua sektor.

Sehingga mampu menjadi solusi selama pandemi Covid-19 sebelum menjadi katalisator peningkatan daya saing.

Menurut Kepala Bank Indonesia Jabar, Herawanto, teknologi digital bisa menjadi warna pembeda terutama dalam layanan akses publik, transaksi ekonomi,dan keuangan serta transaksi pemerintah daerah.

Baca Juga: Eks Walkot Semarang Sukawi Sutarip Menang Gugatan di PN, Kasus Sertifikat Ganda Tanahnya

Khusus daerah, Hera menyebut supaya proses transformasi itu berjalan optimal memang perlu sejumlah ikhtiar.

Di antaranya, optimalisasi sektor pariwisata dengan mengusung pariwisata 4.0 karena digitalisasi dari sisi promosi, reservasi dan kanal pembayaran digital tak bisa diabaikan.

Kemudian, sektor industri seperti tekstil dan makanan bisa mulai menerapkan Internet of Things (IoT) heat censor dan pengembangan machine learning untuk mendukung proses produksi.

Baca Juga: Menag: Santri Siaga Jiwa Raga, Siap Bela Tanah Air dan Pertahanan Persatuan Indonesia

Tak ketinggalan, implementasi digital farming di sektor pertanian, terutama produk padi, jagung dan ubi jalar mulai disentuh smart greenhouse, dan juga IoT untuk mendeteksi cuaca dan otomatisasi kegiatan pertanian melalui ponsel.

"Dalam pengembangan UMKM, digitalisasi sektor UMKM dapat dilakukan melalui penggunaan big data analytic dan alat digital otomatis pembuat kemasan," katanya dalam keterangannya, Rabu (22/9).

Tak hanya itu, pelaku usaha rakyat itu juga bis mengimplementasikan Sistem Gerai UMKM Terpadu (SIMADU) untuk digitalisasi pencatatan keuangan, dan peningkatan partisipasi UMKM ke pasar ekspor.

Selain itu, dengan adanya platform digital, UMKM-UMKM yang ada dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk pemasaran produk lebih luas lagi.

Baca Juga: Luhut Resmi Melaporkan Hariz Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya, Ini Alasannya

Khusus perluasan digitalisasi, pihaknya menyarankan kepada daerah untuk memperluas penerapan transaksi digital pada pajak dan retribusi daerah.

Ini bisa dilakukan dengan peningkatan jumlah kanal pembayaran digital dengan tetap menjamin keamanan data pembayar, serta menyusun data pencatatan secara terstruktur sebagai bahan tracking dan evaluasi.

Langkah lainnya berupa elektronifikasi transaksi pemerintah daerah pada sektor retribusi baru di antaranya retribusi jasa umum dengan jenis retribusi pelayanan pasar dan pengendalian menara telekomunikasi.

"Perlu juga untuk dipertimbangkan, optimalisasi integrasi sistem informasi, sistem pembayaran yang menggunakan smart billing, virtual account dan, agen pembayaran sehingga nasabah dapat mudah melakukan pembayaran pajak melalui kanal digital," jelasnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Terkini

X