Epidemiolog Sebut Aplikasi PeduliLindungi Justru Menyulitkan Pemerintah

- Rabu, 22 September 2021 | 10:12 WIB
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi./Kominfo
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi./Kominfo

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketika pemerintah aktif memberikan sosialisasi aplikasi PeduliLindungi, yang terjadi justru keluhan masyarakat.

Keluhan masyarakat terkait aplikasi PeduliLindungi adalah tidak bisa scan barcode, kesalahan data, dan lain-lain.

Hingga akhirnya epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebutkan bahwa aplikasi PeduliLindungi justru menyulitkan pemerintah sendiri.

Baca Juga: Satgas BLBI Terus Pulihkan Hak Negara, Sita dan Cairkan Harta Obligor

Dicky mengurai selain belum efektif karena sistem database belum terintegrasi, cakupan vaksinasinya juga belum 50 persen.

Seperti yang dikutip suaramerdeka.com dari pikiran-rakyat.com, rabu, 22 September 2021, Dicky mengatakan, masalah utama yang dihadapi Indonesia dalam menghadapi Covid-19 ada pada 3T yaitu testing, tracing, dan treatment.

Ditambahkannya, jika 3T di Indonesia cukup kuat, mengapa harus ada aplikasi PeduliLindungi?

Baca Juga: PPKM Jawa-Bali Periode 21 September hingga 4 Oktober: Ini Wilayah yang Masuk Level 4,3, dan 2

Terlebih, jika akses seseorang ke fasilitas publik hanya berpatokan pada vaksinasi.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hadapi Pemilu 2024, Airlangga Hartarto Minta Doa Ulama

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:28 WIB

13 Tokoh Ini Berjasa di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda

Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:26 WIB

Vaksinasi dan Prokes Kunci Pulihnya Sektor Parekraf

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 21:52 WIB
X