Satgas BLBI Terus Pulihkan Hak Negara, Sita dan Cairkan Harta Obligor

- Rabu, 22 September 2021 | 08:00 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers Progres Pelaksanaan Tugas Satgas BLBI. (Kemenkeu / Biro KLI-May)
Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers Progres Pelaksanaan Tugas Satgas BLBI. (Kemenkeu / Biro KLI-May)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) terus melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan landasan hukum yang ada untuk mengembalikan hak negara.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan hal tersebut dalam Konferensi Pers Progres Pelaksanaan Tugas Satgas BLBI, Selasa 21 September, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

“Satgas BLBI akan terus melakukan tindakan-tindakan sesuai landasan hukum yang ada untuk mengembalikan hak negara” ungkap Menkeu.

Menkeu menyebut, di antara obligor dan debitur yang telah dipanggil oleh Satgas, sudah ditagih penagihan utang dana BLBI kepada obligor eks Bank Umum Nasional, Kaharudin Ongko.

Baca Juga: Sampaikan Nilai Moderasi Beragama, Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Ciptakan Puzzle Etnomatematika

Penagihan piutang kepada Kaharudin Ongko telah diserahkan dan diurus Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) sejak tahun 2008.

Sayangnya, tingkat pengembalian atas utangnya sangat minim hingga saat ini

Untuk itu, Satgas melakukan upaya paksa melalui surat paksa dan pencegahan ke luar negeri serta telah eksekusi atas sebagian jaminan kebendaan, baik berupa aset tetap dan bergerak.

Jaminan diserahkan sesuai perjanjian yang telah ditandatangani dalam Master Refinancing and Notes Issuance Agreement (MRNIA) pada tanggal 18 Desember 1998.

Baca Juga: Sabet Sepatu Emas Eropa, Lewandowski: Kalian Bisa Memanggilku LewanGOLDski

“Pada tanggal 20 September, jadi kemarin kita melakukan penyitaan dan sekaligus mencairkan harta kekayaan yang bersangkutan dalam bentuk escrow account di salah satu bank swasta nasional,” jelas Menkeu.

Jumlah nominal dari escrow account yang disita sebesar Rp664.974.593 dan 7.637.605 Dolar Amerika Serikat (AS).

Jika di kurs total seluruhnya sebesar Rp109.508.496.559. Atas seluruh hasil penyitaan telah disetorkan ke kas negara sejak 20 September sore.

Satgas BLBI berkomitmen menyelesaikan pemulihan hak negara atas aset BLBI secara tuntas. Sinergi dan kerja sama lintas kementerian/lembaga dibutuhkan dalam mencapainya.

“Saya berterima kasih, dalam hal ini tim mendapatkan dukungan penuh dari Kejaksaan Agung dan Kepolisian dalam mengeksekusi. Termasuk sebetulnya dalam hal ini BIN dan yang lain, sehingga kita menyakinkan tracing atau pelacakan terhadap aset-aset termasuk account-account para obligor dan debitur akan bisa diidentifikasi,” tutup Menkeu.

Satgas BLBI sendiri dibentuk pada April 2021 melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2021.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Meletus, Ini Sejarah Letusannya

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:45 WIB
X