Narasi Negatif Tentang BPA dalam Galon Guna Ulang Harus Dihentikan

- Rabu, 22 September 2021 | 06:15 WIB
Diskusi media bertema Standar Keamanan Kemasan Pangan dan Kesehatan Konsumen, yang membahas BPA dalam galon guna ulang. (suaramerdeka.com / dok)
Diskusi media bertema Standar Keamanan Kemasan Pangan dan Kesehatan Konsumen, yang membahas BPA dalam galon guna ulang. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Akhir-akhir ini ada pihak-pihak yang secara sengaja menyebarkan narasi negatif yang salah dalam mempersepsikan migrasi Bisfenol A (BPA) yang ada dalam kemasan galon guna ulang berbahan polikarbonat.

Penyebaran informasi negatif tersebut disesalkan oleh Kemenperin, pakar polimer, pakar keamanan pangan, dokter kandungan dan dokter anak.

Penyebaran narasi berbau hoaks ini diminta agar segera dihentikan.

Demikian benang merah yang didapat dari hasil diskusi media bertema “Standar Keamanan Kemasan Pangan dan Kesehatan Konsumen” yang digelar secara online, Selasa, 21 September 2021.

Baca Juga: Covid-19 di Jatim Membaik, Danrem 081/DSJ Ingatkan Untuk Jangan Lengah

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Ir. Putu Juli Ardika menyampaikan isu soal BPA ini memang sangat sensitif.

Karenanya, kata Putu, jika ada hal-hal yang diusulkan oleh pihak-pihak tertentu terkait BPA ini, dia menyarankan agar orang tersebut melihat juga mengenai standar yang dikeluarkan regulator terkait keamanan kemasan yang mengandung BPA tersebut.

“Kami sudah mempunyai satu standar yang bisa digunakan. Di standar itu konteksnya itu lengkap di sana, ada pemerintah, perindustrian, BPOM, masyarakat/konsumen, produsen, dan juga ada akademisi,” tukasnya.

Dengan demikian, kata Putu, beritanya jangan dibalik-balik dengan mengatakan kandungan BPA yang ada dalam kemasan pangan termasuk galon guna ulang itu sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Baca Juga: 30.000 Desa Nikmati Program Pamsimas

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

13 Tokoh Ini Berjasa di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda

Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:26 WIB

Vaksinasi dan Prokes Kunci Pulihnya Sektor Parekraf

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 21:52 WIB
X