Rekonsiliasi, Tiga Peradi Siap Bersatu Kembali

- Sabtu, 29 Februari 2020 | 11:12 WIB
PENYUMPAHAN ADVOKAT: Ketua Pengadilan Tinggi Jateng Sri Sutatiek (duduk tengah) berfoto bersama pengurus Peradi dari DPN dan Jateng, serta advokat. (suaramerdeka.com / Royce Wijaya)
PENYUMPAHAN ADVOKAT: Ketua Pengadilan Tinggi Jateng Sri Sutatiek (duduk tengah) berfoto bersama pengurus Peradi dari DPN dan Jateng, serta advokat. (suaramerdeka.com / Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) sempat terbelah menjadi tiga, sepeninggalan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, Otto Hasibuan yang habis masa jabatannya, beberapa tahun lalu. Muncul tiga ketua umum Peradi yaitu Fauzie Y Hasibuan, Luhut MP Pangaribuan, dan Juniver Girsang.

Namun, ketiganya kini sepakat untuk rekonsiliasi demi mempersatukan Peradi. Rekonsiliasi yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (25/2) lalu, dikawal Menkopolhukam, Mahfud MD dan Menkumham, Yasonna H Laoly.

Baik Mahfud dan Yasonna menyaksikan langsung penandatanganan ketiga pimpinan DPN Peradi saat membuat surat pernyataan rekonsiliasi. Otto Hasibuan ditemui Semarang, menyambut baik adanya rekonsiliasi tersebut. "Saya termasuk yang ikut menggagasnya, saya hadir di sana (Jakarta-). Jauh hari sebelum itu (rekonsiliasi-), kami sudah berkomunikasi dengan Menkopolhukam supaya ini bisa terlaksana dan dibantu," jelasnya.

Dalam rekonsiliasi tersebut, dibentuk tim perumus. Setiap Peradi menunjuk tiga orang untuk masuk menjadi tim perumus. Mereka ini akan bekerja paling lama tiga bulan untuk menyusun persiapan mempersatukan organisasi. "Ini titik awal, mudah-mudahan semuanya (pimpinan DPN Peradi- ) dengan lapang dada mampu mewujudkan Peradi yang satu. Kami berharap tim perumus ini bisa melakukan Munas bersama," tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Peradi Jateng HD Djunaedi menilai sudah selayaknya organisasi Peradi bersatu. "Kami menyambut baik adanya rekonsiliasi, masing-masing ketua DPN dan sekjen sudah bisa menerima, bahwa profesi advokat yang dilihat selama ini carut- marut. Ketiga pimpinan organisasi ingin bersatu, keputusannya apa nantinya, mereka harus legawa," jelas Djunaedi. Secara nasional, jumlah advokat Peradi ada 60 ribu orang.

Di Semarang, baru-baru ini juga ada pelantikan 363 advokat Peradi. Ratusan pengacara itu juga disumpah profesi oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jateng Sri Sutatiek. Organisasinya ini mencetak pengacara sesuai amanat Undang-Undang Advokat. Mereka harus menjalani Pendidikan Keahlian Profesi Advokat (PKPA), ujian, magang, dilantik, dan disumpah profesinya.

"Ada organisasi yang mencetak advokat, tidak melalui tahapan pendidikan dan ujian, tapi langsung dapat surat keputusan advokat. Kami tidak demikian, mencetak advokat sesuai amanat perundang-undangan," ungkapnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X