80 Mahasiswa Unwahas Belajar Diplomasi di Kedubes AS

- Kamis, 27 Februari 2020 | 20:30 WIB
Para mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) foto bersama dengan anggota Komisi I DPR RI di dan pejabat sekretariat di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, belum lama ini.
Para mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) foto bersama dengan anggota Komisi I DPR RI di dan pejabat sekretariat di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, belum lama ini.

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sebanyak 80 mahasiswa jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) belum lama ini melakukan studi diplomasi di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Mereka dipimpin Kepala Jurusan Hubungan Internasional (HI) Unwahas Dr Ismiyatun MSi dan Kepala Lab Diplomasi Anna Yulia Hartati SIP MA.

 

‘’Tatanan dunia sekarang ini sepertinya sedang berubah sangat cepat. Negara tidak lagi memamerkan kekuatan militernya untuk mempengaruhi negara lain guna mencapai national interest nya. Dunia sepertinya sudah jenuh dengan model pendekatan kuno tersebut. Selain jenuh, pendekatan kuno tersebut juga berpotensi menimbulkan perang. Dalam studi Diplomasi ada dua pendekatan yang bisa dipakai yaitu hard diplomacy dan soft diplomacy,’’ kata Ismiatun.

Para mahasiswa diajak untuk berdialog langsung dengan para diplomat agar mendapatkan ilmu dan pengalaman yang memadai. Selain ke Kedutaan Besar AS, mahasiswa juga bertemu dengan anggota Komisi I bidang hubungan luar negeri DPR RI di Senayan, Jakarta. ‘’ Di Gedung DPR RI mahasiswa belajar tentang proses parlemen di Komisi I yang membidangi pertahanan, politik luar negeri, komunikasi dan informatika, inteligen,’’ kata Anna Yulia Hartati. Para mahasiswa juga bersilaturahmi dengan keluarga besar Prodi HI di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. ‘’Alhamdulillah di HI UIN Jakarta, kami bisa saling bertukar informasi dan mengembangkan jurusan Hubungan Internasional,’’ kata Ismiyatun. Di akhir kunjungan, mahasiswa diajak refreshing ke Little Venice Jakarta melihat tiruannya Kota Venesia di Italy.

Andalkan Budaya

Menurut Ismiyatun, belakangan ini banyak negara berlomba-lomba menancapkan pengaruhnya di negara lain dengan mengandalkan budayanya. Sebagai contoh adalah negara Amerika Serikat. Selain terkenal dengan kekuatan militernya, AS juga terkenal dengan industri filmnya, yakni Hollywood.

‘’Melalui film inilah Amerika Serikat mencoba mempengaruhi pandangan publik internasional, contohnya adalah film Rambo yang menceritakan perjuangan pada masa perang Vietnam. Selain AS, kini Korea Selatan juga sedang gencar – gencarnya membumikan K-Pop (Korean Pop) melalui drama, boyband dan girlband nya. Tidak kalah gigihnya India. Melalui Industri Film Bollywoodnya, India berhasil memukau mata dunia. Dan salah satu negara yang berhasil dipengaruhi adalah negara Indonesia,’’ katanya.

Menurut dia, cara ini memang terbilang lebih efektif untuk menancapkan pengaruh suatu negara ke negara lain. Terbukti banyak negara seperti Indonesia yang terpengaruh oleh berbagai budaya asing. Namun sebagai negara yang berdaulat, Indonesia juga perlu melakukan penyaringan budaya asing yang masuk sehingga tidak membahayakan budaya lokal dan juga kepentingan nasional RI. Fenomena itu menurut dia harus dimanfaatkan oleh para stakeholders di negara ini untuk melakukan pertukaran budaya. Agar budaya Indonesia juga dikenal oleh publik internasional serta Indonesia tidak dicap sebagai negara follower saja.

Dengan melihat fenomena tersebut, untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh dikelas, maka kegiatan mahasiswa diselenggarakan sebagai bagian dari mata kuliah diplomasi. ‘’Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas lagi tentang soft diplomacy yang beberapa waktu terakhir ini banyak dipakai oleh beberapa negara untuk mencapai kepentingan nasionalnya,’’ tambah Anna.

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

X