Kebijakan Penanganan Karhutla Utamakan Pencegahan, Sudah Berdampak Nyata

- Kamis, 23 September 2021 | 06:15 WIB
Ilustrasi karhutla. (Pixabay)
Ilustrasi karhutla. (Pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Setelah kebakaran hutan dan lahan tahun 2015, Pemerintah RI mengubah paradigma kebijakan, program dan strategi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengutamakan pencegahan

Menteri Lingkungan Hidip dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengungkapkan,  pendekatan teknis yang disertai peningkatan sosial ekonomi telah berdampak nyata terhadap penurunan titik panas (hot spot) yang dirasakan selama tahun 2016, 2017, 2018 hingga 2020.

Penurunan luas areal kebakaran hutan dan lahan juga termasuk, yang terbukti dari hasil monitoring dan evaluasi kejadian kebakaran lahan dan hutan menunjukkan penurunan baik jumlah maupun intensitasnya.

“Berdasarkan data luas areal terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan telah menurun tajam di tahun 2020, yaitu 82 persen, kemudian emisi karbon karhutla pada tahun 2019 itu jumlahnya 456 juta ton CO2, dan pada tahun 2020, turun menjadi 31 juta ton CO2, atau turun sebesar 93 persen, tahun 2021 harusnya lebih kecil lagi, karena menurut badan meteorologi dunia juga NASA tahun 2020 itu lebih panas dari tahun 2021,” ungkapnya.

Baca Juga: Cegah Degradasi Moral Milenial, Dinsos Jateng Gelar Lomba Kepahlawanan

Keberhasilan dalam menanggulangi karhutla mengantarkan Indonesia ke arena global dengan agenda Forestry and Land Use (FOLU) Net Sink 2030.

Artinya Indonesia harus semakin baik, dan pada tahun 2030 akan menjadi puncak bahwa telah memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat global dalam upaya penanggulangan karhutla untuk mengendalikan perubahan iklim.

Keberhasilan ini akan dibawa Presiden Joko Widodo pada COP-26 di Glasgow Inggris bulan Oktober 2021.

”Terima kasih kepada semua pihak yaitu Pimpinan dan Jajaran TNI, POLRI, BNPB, dan seluruh instansi pusat/nasional, serta para Gubernur dan Bupati/Walikota yang sudah mengantarkan Indonesia pada taraf dunia global dengan citra yang baik melalui agenda FOLU Net Sink 2030 yang bobot terbesarnya ada pada pengendalian karhutla dan deforestasi Indonesia,” tutur Menteri Siti Nurbaya.

Baca Juga: PDI Perjuangan Komitmen Ikuti Tahapan Pileg dan Pilpres: Relawan Dibentuk Usai Paslon Resmi Ditetapkan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hadapi Pemilu 2024, Airlangga Hartarto Minta Doa Ulama

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:28 WIB

13 Tokoh Ini Berjasa di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda

Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:26 WIB

Vaksinasi dan Prokes Kunci Pulihnya Sektor Parekraf

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 21:52 WIB
X