Kedatangan WNI dan WNA dari Luar Negeri Diperketat, Cegah Masuknya Varian Mu dan Lambda

- Selasa, 21 September 2021 | 10:00 WIB
Ilustrasi Covid-19 (pixabay)
Ilustrasi Covid-19 (pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan peningkatan kembali kasus Covid-19 yang dapat terjadi dengan cepat meski belakangan situasi membaik.

Arahan tersebut ditegaskan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin 20 September 2-21.

“Presiden dalam Ratas tadi pagi mengingatkan kita semua, agar kita tetap waspada dan hati-hati. Karena banyak negara setelah beberapa saat seperti ini [kasus menurun] terus kemudian naik lagi dengan cepat. Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu,” ungkap Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut menuturkan, pemerintah membatasi dan memperketat kedatangan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) dari luar negeri, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.

Baca Juga: Operasi Patuh Candi 2021: Polres Semarang Pastikan Tidak Ada Tindakan Penilangan

Pencegahan ini, Untuk mencegah potensi masuknya varian baru Virus Corona, seperti varian Mu dan Lambda, .

“Kami tidak juga ingin kecolongan meluasnya varian baru seperti Mu dan Lambda masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, untuk mencegah hal itu terjadi pemerintah akan membatasi pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia dan memperketat proses karantina bagi warga negara asing maupun [warga negara] Indonesia yang datang dari luar negeri,” tegas Luhut.

Untuk jalur udara, lanjut Menko Marves, pemerintah hanya membuka pintu masuk melalui Bandar Udara (Bandara) Soekarno Hatta di Tangerang, Banten dan Bandara Sam Ratulagi di Manado, Sulawesi Utara.

Untuk jalur laut, pintu masuk hanya melalui Batam dan Tanjungpinang di Kepulauan Riau.

Baca Juga: 18 Anak Blora Bisa Kuliah di PEM Akamigas Cepu, Pemkab Juga Tanggung Biaya Kuliah 

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Jajaki Dukungan Capres

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Saatnya, Kawasan Selatan Jabar Jadi Sasaran Menawan

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:32 WIB
X