KLHK Akan Bangun 179 Kebun Bibit di DAS Bengawan Solo dan Serayu

- Minggu, 16 Februari 2020 | 15:15 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehidupan, Siti Nurbaya, tengah memberi penjelasan tentang rencana pembangunan 179 kebun bibit di DAS Bengawan Solo dan DAS Serayu. (suaramerdeka.com/Satrio Wicaksono)
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehidupan, Siti Nurbaya, tengah memberi penjelasan tentang rencana pembangunan 179 kebun bibit di DAS Bengawan Solo dan DAS Serayu. (suaramerdeka.com/Satrio Wicaksono)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengatakan, kementerian yang dipimpinnya akan membangun 179 unit Kebun Bibit Desa dan Kebun Bibit Rakyat di DAS Bengawan Solo dan DAS Serayu, pada tahun 2020 ini.

"Pemerintah akan terus melakukan secara intensif upaya rehabilitasi lingkungan untuk semakin mengurangi lahan kritis," tutur Siti Nurbaya, Minggu (16/2).

Hal itu menindaklanjuti keinginan Presiden Joko Widodo saat mengunjungi masyarakat Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (15/). Siti Nurbaya yang ikut mendampingi kunjungan Presiden, bersama-sama masyarakat melakukan rehabilitasi lahan dengan penanaman pohon dan tanaman vetiver guna mengatasi sedimentasi Dam (waduk) Gajah Mungkur.

Selain Mentri Siti Nurbaya, turut menyertai Presiden dalam kunjungan ini Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Staf Khusus Presiden Fadjroel Rachman.

Ditegaskan, keberhasilan upaya revitalisasi ini perlu didukung suplai bibit melalui Kebun Bibit Desa yang harus tersedia di tempat-tempat yang harus dilakukan rehabilitasi. Di Desa Jatisari ini, dibangun Kebun Bibit Desa oleh kelompok Mulyo Jati, dengan kapasitas bibit 60.000 batang.

Sehingga total ada 82.500 batang termasuk bibit yang telah ditanam masyarakat bersama Bapak Presiden RI. Untuk jenisnya terdiri atas: klengkeng (1.250 batang), durian (1.500 batang), alpukat (2.750 batang), petai (2.750 batang), sirsak (5.000 batang), jambu mete (5.000 batang), jengkol (2.000 batang), sengon laut (38.250 batang), sukun (1.000 batang), gayam (1.000 batang), beringin (1.000 batang), vetiver (17.000 batang) dan porang (4.000 batang).

Menurut Siti Nurbaya, dalam mencegah erosi tebing serta mengurangi laju sedimentasi ke Dam Gajah Mungkur, selain dengan penanaman pohon juga dilakukan pembangunan Dam Penahan (Dpn) sebanyak satu unit serta pembuatan teras bangku, guludan dan trucuk. Kombinasi berbagai perlakuan tersebut dilakukan secara holistic pada satu system lahan, sehingga pola pencegahan erosi tebing dan longsor berjalan efektif. Penataan ruang, pengendaliannya serta pengembalian fungsi retensi air di setiap segmen bentang alam harus menjadi perhatian semua pihak.

Selanjutnya, kata Menteri Siti, untuk keterlanjuran pemanfaatan ruang di daerah rawan erosi dan sedimentasi harus dibarengi dengan strategi konservasi yang mempertimbangkan karakteristik lahan. Penanganan erosi dan sedimentasi di bagian hulu DAS oleh KLHK harus menjadi program terintegrasi dengan edukasi masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan lahan sebagai ekspresi dari keterlibatan masyarakat dalam kelestarian lingkungan secara utuh.

Upaya tersebut akan dilakukan secara terus menerus dan terprogram sebagai perwujudan Menjaga Tapak, Merawat Peradaban.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X