Penghijauan DAS Citarum, PDIP Canangkan Gerakan Mencintai Bumi

- Sabtu, 1 Februari 2020 | 22:55 WIB
foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan melakukan penghijauan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Jawa Barat, Minggu 2 Februari 2020, tepatnya di Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, Ciwidey.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, besok adalah puncak dari rangkaian HUT PDIP Ke 47 dan HUT Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Menurut dia, seluruh kader partai sudah berkomitmen untuk menjalankannya, di mana menamam pohon, membersihkan DAS, dan juga melakukan pengelolaan sampah rumah tangga, yang sudah dilakukan jauh-jauh hari dengan gerakan yang diberi nama Gerakan Mencintai Bumi.

"Ini sebuah gerakan yang wajib dilakukan oleh seluruh anggota dan kader PDI Perjuangan. Dan puncaknya akan dilakukan besok tanggal 2 Februari 2020, yang akan dipusatkan di Pusat Penelitian Teh dan Kina Ciwidey di Bandung," kata Hasto, di kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (1/2/2020).

Hasto menuturkan, apa yang dilakukan partai berlambang banteng bermoncong putih itu, menunjukan berpolitik membangun peradaban. Dan bertanggungjawab kepada seluruh alam raya.

"Ini merupakan sebuah gerakan untuk menunjukkan bahwa politik itu merawat kehidupan, berpolitik itu membangun peradaban, politik itu menyentuh hal yang sangat fundamental bagaimana kita bertanggung jawab tidak hanya kepada manusia terhadap kesejahteraannya, tapi juga keseimbangan dengan alam raya," ungkap Hasto.

Dia mengungkapkan, bahwa Megawati telah menjaga keseimbangan alam, sudah sangat lama. Bahkan itu dilakukannya di kediaman, Jalan Teuku Umar, Jakarta.

"Ibu Megawati Soekarnoputri sendiri beliau memberikan contoh bagaimana di kediaman beliau, keseimbangan membuat semua mahluk bahagia itu dilakukan dengan baik. Di mana untuk menghadapi berbagai hal yang terkait menjaga lingkungan agar bersih dari nyamuk-nyamuk yang berbahaya, Ibu Mega memelihara katak. Ini sebagian diambil dari Bali. Di kolam beliau dipelihara. Sehingga katak inilah yang menjadi predator nyamuk. Kemudian beliau memelihara kura-kura, tupai-tupai liar pun mendapatkan kehidupan yang baik di Teuku Umar," beber Hasto.

Bahkan, masih kata dia, Megawati juga acap kali mengumpulkan daun-daun yang gugur untuk dijadikan kompos. "Itu dikumpulkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri dan dijadikan kompos, dikirimkan di Bogor kemudian diolah bersama dengan seluruh sampah-sampah organik lainnya. Ini menunjukkan perhatian beliau yang begitu besar," tegasnya.

Bukan hanya itu saja, Hasto menceritakan, Megawati sering mengumpulkan umbi-umbian dari seluruh nusantara. Bahkan dengan pohon bambu juga.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Gunung Semeru Meletus, Ini Sejarah Letusannya

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:45 WIB
X