Pengadaan Barjas Konvensional Rawan Penyimpangan

- Jumat, 17 Januari 2020 | 16:38 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Pemprov Jabar mulai meninggalkan pengadaan barang dan jasa secara konvensional dengan mengubah prosesnya secara elektronik pada tahun ini. Mereka menggandeng sebuah marketplace yang diikat kerjasama selama tiga tahun guna menunjang kegiatan belanja tersebut.

"Pengadaan barang dan jasa secara konvensional itu, tingkat akuntabilitasnya rendah, transparansi rendah, dan rentan penyimpangan, karenanya kita lakukan digitalisasi," kata Sekda Jabar, Daud Ahmad di Gedung Sate Bandung, Jumat (17/1).

Menurut dia, langkah tersebut tak terlepas pula dari tuntutan zaman terlebih dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Pihaknya pun sudah mewanti-wanti anak buahnya untuk menyesuaikan perubahan tersebut.

Di antaranya untuk melakukan input terkait dengan pengadaan barang dan jasa paling lambat Februari mendatang. Daud menilai pengoperasiannya lebih mudah sehingga diharapkan tak ada masalah termasuk terintegrasi dengan sistem e-budgeting.

Lebih dari itu, Daud Ahmad meminta marketplace tersebut mengakomodir UMKM. Langkah ini diharapkan bisa ikut pula memberdayakan keberadaan pengusaha kecil. Pasalnya, proses pengadaan barang dan jasa tersebut bakal membuka peluang untuk berkembang.

"Pengadaan elektronik ini dijamin lebih efisien, efektif, lebih mudah, dan dampak lainnya adalah bisa meningkatkan prospek dunia usaha seperti UMKM, jadi menjadi semacam multiplier effect," tandasnya

Editor: Maya

Tags

Terkini

X