MUI: Koruptor Century dan Jiwasraya Perlu Dihukum Mati

- Selasa, 31 Desember 2019 | 17:55 WIB
Wasekjen Majelis Ulama Indonesia Najamuddin Ramli (Foto Gatra)
Wasekjen Majelis Ulama Indonesia Najamuddin Ramli (Foto Gatra)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Wasekjen Majelis Ulama Indonesia Najamuddin Ramli dalam refleksi akhir tahun 2019 menyampaikan sejumlah catatan.

Dalam catatan MUI, mereka mendorong kepolisian, kejaksaan hingga KPK menuntaskan kasus-kasus korupsi seperti kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), bailout Bank Century, hingga yang terbaru kasus Jiwasraya.

"Termasuk kasus korupsi besar yang menjadi perhatian masyarakat luas sampai akhir tahun 2019 sekarang ini belum juga selesai antara lain kasus BLBI, Century dan Jiwasraya," katanya dalam konferensi pers di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (31/12).

Dalam kasus Bank Century, dugaan kerugian negara mencapai Rp7,4 triliun. Kasus BLBI, dugaan kerugian negara mencapai Rp4,58 triliun. Sementara dugaan korupsi kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencapai Rp13,7 triliun.

"Untuk kasus-kasus besar yang sangat merugikan keuangan negara perlu dijatuhkan pidana penjara seumur hidup atau pidana mati," katanya.

Dalam pandangan MUI, hal ini perlu dipertegas agar ada efek jera terhadap pelaku karena tindakan mereka telah merugikan orang banyak. Perilaku korupsi, kata MUI, sangat merugikan negara dalam mensejahterakan masyarakat.

Editor: Maya

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB
X