UI Penggagas Program Zero Plastic

Red
- Senin, 16 Desember 2019 | 19:35 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sampah plastik merupakan permasalah pencemaran lingkungan terbesar di dunia. Menurut UN Environment, sebanyak 300 juta ton sampah plastik dihasilkan setiap tahunnya, ini hampir setara dengan total berat populasi manusia di dunia.

Meskipun dilakukan berbagai upaya minimalisasi, masih terdapat 31,9 juta ton yang tidak terolah kembali. Akibatnya, 8 juta ton sampah plastik dibuang ke lautan, bahkan 10.000 ton sampah plastik terombang ambing di permukaan lautan. Sebagai penyumbang sampah plastik kedua terbanyak di dunia, Indonesia setiap harinya telah menghasilkan 24.500 ton sampah plastik dan 20% diantaranya terendap di sungai dan tepi laut.

Universitas Indonesia (UI), berhasil selangkah lebih maju dalam menjawab tantangan untuk mengurangi sampah plastik, yaitu dengan menggagas program Zero Plastic. Program ini diprakarsai oleh Unit Pelaksana Teknis Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (UPT K3L) UI yang didukung oleh Rektor UI, sebagai salah satu bentuk realisasi dari SK Rektor UI Nomor 1308 Tahun 2011 mengenai kebijakan penggunaan sampah kertas dan plastik di lingkungan UI.

Menurut Ketua Pelaksana program Zero Plastic, Wulan Kusuma Wardani, Program Zero Plastic di lingkungan UI bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh Civitas UI untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Wulan juga mengatakan, program ini dibentuk karena berawal dari keresahan atas banyaknya sampah yang belum di pilah. UPT K3L telah melakukan sosialisasi pengurangan sampah plastik hampir ke seluruh fakultas. Untuk menarik massa, diadakan pula beberapa games berhadiah.

“Permasalahan awal karena sampah yang belum dipilah. Berlanjut kepikiran kenapa nggak buat program Zero Plastic aja, ditambah pas ada berita paus terdampar saat itu,” ujar Wulan, baru-baru ini.

“Banyak kok yang antusias. Banyak juga yang mulai berubah, apalagi adanya komitmen atasan fakultas (pimpinan tiap fakultas), pasti jalan kebawahnya (penerapan pengurangan sampah plastik) akan lebih gampang.” tambah Wulan.

Wulan menjelaskan, bahwa setelah program Zero Plastic terlaksana, sedikit banyak Civitas Akademika UI telah menerapkan program ini secara serius. Wulan mengakui banyak yang antusias dalam program ini dan mulai melakukan perubahan perilaku pemakaian plastik di lingkungan UI, ditambah dengan adanya penguatan peraturan pengurangan sampah plastik pada masing-masing Pimpinan Fakultas.

Selain program sosialisasi, Program Cinta Kampus (PCK) hadir sebagai realisasi komitmen UI menjaga lingkungan. Program kampanye ini diantaranya telah menampilkan hasil karya berupa logo Makara UI yang berasal dari botol plastik Eco-brick, Tarian Sampah Plastik, menanam pohon di kawasan sungai ciliwung serta membersihkan sampah di enam danau UI.

Tak hanya buruk bagi lingkungan, sampah plastik justru membahayakan makhluk hidup. Bahan kimia pada sampah plastik yang tertimbun dalam tanah, air, dan ekosistem lain dapat menimbulkan potensi bahaya (racun) terhadap makhluk hidup yang berada di sekitar ekosistem tersebut. Universitas Indonesia menyalurkan keresahan tersebut dalam Program Zero Plastic.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X