Parpol Diingatkan Penggunaan Dana Banpol

- Senin, 9 Desember 2019 | 17:15 WIB
DISKUSI POLITIK: Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito memberikan sambutan sekaligus arahan dalam Forum Diskusi Politik (Workshop Implementasi Aturan-aturan Bidang Politik) yang diadakan Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Magelang di Hotel Sriti. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)
DISKUSI POLITIK: Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito memberikan sambutan sekaligus arahan dalam Forum Diskusi Politik (Workshop Implementasi Aturan-aturan Bidang Politik) yang diadakan Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Magelang di Hotel Sriti. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Pemkot Magelang mengingatkan kepada partai politik (parpol) yang memiliki kursi di DPRD Kota Magelang untuk menggunakan dana bantuan politik (banpol) sesuai dengan peraturan. Salah satunya 50 persen dana digunakan untuk pendidikan politik.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menegaskan, dana banpol yang sudah diserahkan kepada para parpol pada bulan Oktober lalu harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Utamanya untuk bidang politik, bukan bidang yang lain.

“Penggunaan dana banpol ada aturannya. Ikuti aturan itu dengan baik. Gunakan dananya untuk politik, bukan bidang lain,” ujarnya dalam Forum Diskusi Politik (Workshop Implementasi Aturan-aturan Bidang Politik) yang diadakan Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Magelang di Hotel Sriti, Senin (9/12).

Dalam kesempatan ini, ia sedikit menyinggung soal gelaran Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang tahun 2020 mendatang. Sigit berharap muncul kandidat yang memiliki konsep untuk kemajuan Kota Sejuta Bunga yang lebih baik lagi.

“Untuk para kandidat, saya ingin ada adu argumentasi yang baik dan kuat. Jangan cari kekurangan, karena yang namanya manusia pasti ada kurangnya. Adu argumentasi yang bagus untuk kemajuan Kota Magelang ke depan,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat mendukung kepala daerah nanti yang terpilih sesuai visi dan misinya. Jika nanti berbelok dari visi dan misi, maka masyarakat punya kewajiban untuk menegurnya.

“Kalau pemimpinnya berbelok dari arah visi dan misi, maka perlu diingatkan,” tandasnya.

Senada disampaikan Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Magelang, Hamzah Kholifi bahwa, dana banpol yang digelontorkan ke parpol peraih kursi wakil rakyat harus benar-benar untuk bidang politik. Utamanya untuk pendidikan politik yang porsinya 50 persen.

“Paling banyak untuk pendidikan politik, lalu administrasi dan selebihnya untuk bidang lain. Secara umum, selama ini parpol sudah dalam koridor dalam menggunakan dana banpol tersebut, yakni untuk pendidikan politik. Kalaupun ada yang kurang masih dalam batas kewajaran,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X