Vaksinolog: Boleh Upayakan Vaksin Booster Kalau Kekebalan Kelompok sudah Tercapai

- Sabtu, 18 September 2021 | 16:30 WIB
vaksinasi. (foto ilustrasi: pikiran-rakyat.com)
vaksinasi. (foto ilustrasi: pikiran-rakyat.com)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan upaya mendapatkan vaksin booster selain untuk tenaga kesehatan bukanlah hal yang etis.

Dia menilai orang yang melakukan hal tersebut egois karena hanya memikirkan keselamatan diri sendiri.

Sementara, vaksinolog Dirga Sakti Rambe menilai pemberian vaksin booster untuk masyarakat umum tidak akan berdampak besar.

Dirga justru meminta pemerintah terus fokus memperluas cakupan vaksin Covid-19 di dalam negeri, alih-alih mengupayakan vaksin booster.

"Jadi enggak usah mencari-cari booster sendiri. Pada saat ini, dua kali vaksinasi sudah cukup," kata Dirga, seperti dikutip dari Kata Data.

Baca Juga: Bikin SKCK Nggak Bawa Kartu Vaksin? Jangan Harap Bakal Dilayani

Menurutnya, yang terpenting dari upaya pengendalian pandemi hanya bisa dilakukan dengan membangun kekebalan kelompok (herd immunity), bukan individu.

Kekebalan kelompok hanya dapat dicapai jika 70% masyarakat Indonesia telah mendapatkan vaksin corona secara penuh.

Ini berarti butuh 189,1 juta orang mendapatkan dua dosis vaksin corona untuk bisa mencapai kekebalan kelompok.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Umrah Segera Dibuka, Simak Syaratnya Saat Pandemi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 07:15 WIB

PPP dan Golkar Terbuka untuk Koalisi Pilpres 2024

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:06 WIB

Buntut Banteng vs Celeng, Mbogo Dipanggil DPP PDIP

Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:39 WIB

STQHN XXVI: Kafilah Jateng Sudah Tiba di Maluku Utara

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:12 WIB
X