Ada yang Ngotot Upayakan Vaksin Booster, Menkes Budi: Ini Egois, Tidak Etis!

- Sabtu, 18 September 2021 | 15:55 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin/Setkab
Menkes Budi Gunadi Sadikin/Setkab

JAKARTA, suaramerdeka.com - Booster vaksin Covid-19 dapat meningkatkan antibodi terhadap virus Corona. Namun, pemberiannya secara meluas di Indonesia belum tepat.

Hal ini karena di Indonesia, warga yang sudah divaksin Covid-19 tahap pertama baru mencapai 78,5 juta per Sabtu (18/9)

“Masih ada orang Indonesia yang belum seberuntung kita. Mereka dapat vaksinasi pertama saja belum,” kata Menteri Budi Gunadi Sadikin, dalam diskusi Wealth Wisdom 2021: How to Live with Covid-19 in the Long Run yang diselenggarakan Bank Permata, dikutip dari Katadata, Sabtu 18 September 2021.

Baca Juga: Bikin SKCK Nggak Bawa Kartu Vaksin? Jangan Harap Bakal Dilayani

Menurut Budi, upaya mendapatkan vaksin booster selain untuk tenaga kesehatan bukanlah hal yang etis. Dia menilai orang yang melakukan hal tersebut egois karena hanya memikirkan keselamatan diri sendiri.

"Apakah etis untuk kita memaksa, ngotot, bahkan mau membayar cari sumber (vaksin booster) dengan mengambil jatah saudara-saudara kita yang belum mendapatkan, yang tidak seberuntung kita?" kata Budi.

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Umrah Segera Dibuka, Simak Syaratnya Saat Pandemi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 07:15 WIB

PPP dan Golkar Terbuka untuk Koalisi Pilpres 2024

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:06 WIB

Buntut Banteng vs Celeng, Mbogo Dipanggil DPP PDIP

Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:39 WIB
X