Polres Usulkan IPAL di Polokarto

- Sabtu, 18 September 2021 | 01:28 WIB
SM/dok : LIMBAH CIU : Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho melihat cara dua tersangka membuang limbah ciu, kemarin. (55)
SM/dok : LIMBAH CIU : Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho melihat cara dua tersangka membuang limbah ciu, kemarin. (55)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com - Polres Sukoharjo menetapkan dua tersangka dalam kasus pembuangan limbah alkohol di Bengawan Solo.

Dua tersangka tersebut adalah J (36) dan H (40), yang merupakan warga Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah tim Opsnal Tipidter Polres Sukoharjo mendapatkan informasi mengenai pembuangan limbah sisa pembuatan minuman ciu di wilayah Polokarto.

”Setelah diselidiki, petugas mendapati dua tersangka H dan J melakukan pembuangan limbah dengan sarana dua unit mobil pick up.

Kemudian keduanya diamankan beserta barang bukti ke Polres Sukoharjo,” terang Kapolres saat konferensi pers di lokasi kejadian pembuangan limbah, Jumat (17/9).

Dijelaskan, tersangka H dan J adalah orang yang membuang limbah dari hasil produksi alkohol di salah satu (tempat) perajin minuman beralkohol di Polokarto.

Terkait dengan cara membuang limbah, tersangka menyedot limbah dari tempat produksi menggunakan alat bertenaga diesel. ”Barang bukti yang diamankan di antaranya dua unit mobil, dua tandon air kapasitas 1.000 liter, diesel, dan selang.

Motifnya butuh uang, untuk biaya hidup,” ungkap Kapolres. Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 104 UU RI No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan atau Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 3.000.000.000. (tiga miliar rupiah).

Pada satu sisi, pihaknya meminta pemerintah daerah untuk membangun IPAL di wilayah Polokarto. Sehingga dengan prasarana yang memadai, diharapkan dapat mengakomodasi home industry pengolahan alkohol.

”Jadi para pengrajin alkohol tidak membuang limbahnya sembarangan. Jadi selain penegakan hukum, kami juga mengajukan solusi untuk permasalahan lingkungan,” tandasnya.

Untuk mengetahui pencemaran Bengawan Solo, polisi menyasar ratusan industri rumahan di dua lokasi di Sukoharjo. Di antaranya 45 home industry di Polokarto dan 88 industri di Mojolaban.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Yuk, Mengulik Makna Mengenai Hari Santri Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:08 WIB
X