Inaplas Keberatan BPOM Labeli Kemasan Pangan Mengandung BPA

- Rabu, 15 September 2021 | 15:20 WIB
Galon guna ulang. (suaramerdeka.com / dok)
Galon guna ulang. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) menyatakan keberatan wacana Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) soal pelabelan  air minum dalam kemasan (AMDK) kemasan plastik

Pasalnya BPOM terkesan secara diam-diam akan mengeluarkan kebijakan soal pelabelan air minum dalam kemasan (AMDK) kemasan plastik yang dalam proses pembuatannya menggunakan aditif BPA.

Dalam wacana kebijakan berbau diskriminatif itu, BPOM diduga akan mewajibkan kemasan galon Polikarbonat (PC) yang mengandung BPA untuk mencantumkan keterangan “Bebas BPA dan turunannya” atau “Lolos batas BPA” atau kata semakna.

Ketua Umum Inaplas, Edi Rivai, mengatakan pencantuman label itu jelas-jelas akan menambah biaya produksi bagi industri.

Baca Juga: Jelang PTM, SMK PSM Randublatung bersama TNI dan Polres Blora Gelar Vaksinasi

“Dengan pelabelan itu tentunya akan menambah biaya produksi. Saat ini, di produksi kemasan galon PC itu kan sudah diberikan kode recycle material kode 7,” ujarnya.

Seperti diketahui, industri plastik merupakan sektor manufaktur yang dinilai masih memiliki peluang pasar cukup besar.

Produk yang dihasilkan dari sektor tersebut sangat vital, karena dibutuhkan sebagai bahan baku untuk beragam industri lain dari hulu sampai hilir.

Data Kemenperin menyebutkan Indinesia membutuhkan bahan baku plastik hingga 7 juta ton per tahun, sedangkan yang bisa disuplai dari dalam negeri baru 2,3 juta ton.

Baca Juga: Trending! Serial Little Mom Mendunia, Penonton Dibikin Baper

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aniaya Teman Karaoke, 2 Pelaku Ditangkap

Jumat, 24 September 2021 | 20:12 WIB

Presiden Minta Jaga Kelestarian Penyu

Jumat, 24 September 2021 | 01:20 WIB

PTM Tak Akan Disetop

Jumat, 24 September 2021 | 01:10 WIB

Membudidayakan Klanceng agar Sejahtera

Jumat, 24 September 2021 | 01:00 WIB
X