Skenario Hadapi Endemi Covid-19 Disiapkan

Red
- Rabu, 15 September 2021 | 02:33 WIB
SM/Dananjoyo : KEDATANGAN WISATAWAN: Bus wisata berhenti di salah satu pusat perbelanjaan oleh-oleh di kawasan Pathuk, Yogyakarta, Selasa (14/9). Kedatangan para wisatawan dikhawatirkan membuat Yogyakarta menjadi zona merah lagi. PPKM Wilayah Yogyakarta masih Level 3 dan diperpanjang hingga 20 September mendatang. (24)
SM/Dananjoyo : KEDATANGAN WISATAWAN: Bus wisata berhenti di salah satu pusat perbelanjaan oleh-oleh di kawasan Pathuk, Yogyakarta, Selasa (14/9). Kedatangan para wisatawan dikhawatirkan membuat Yogyakarta menjadi zona merah lagi. PPKM Wilayah Yogyakarta masih Level 3 dan diperpanjang hingga 20 September mendatang. (24)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat bersiap untuk menghadapi masa transisi dari pandemi ke endemi Covid-19. Pemerintah pun kini mempersiapkan berbagai skenario atau peta jalan untuk menghadapinya.

Selama masa transisi, Jokowi menekankan agar masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi tidak terlarut dalam euforia.

Terkait skenario tersebut, Kepala Pusdiklat BNPB Berton Panjaitan mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan langkah-langkah (skenario) yang harus dilakukan.

”Ini sebenarnya ranah Kemenkes. Sebagai koordinator kegiatan kebencanaan, kami berkoordinasi dengan Kemenkes dan kementerian-kementerian terkait, misalnya Kemendagri, Kemenlu, dan Kemenhub, sebenarnya (soal endemi ini) sudah dibicarakan di tingkat atas,” ujar Berton di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Selasa (14/9).

Masih Koordinasi

”Mungkin langkah-langkah detailnya menyusul. Sekarang masih di level koordinasi. Kemenkes tengah membuat langkah menuju ke sana, yang akan dikoordinasikan ke daerah oleh Mendagri, yakni Mendagri ke gubernur terkait langkah-langkah secara detail dari Kemenkes,” ungkap Berton.

Melihat pandemi yang terjadi di berbagai belahan dunia, Berton mengatakan, biasanya status pandemi akan berubah menjadi endemi setelah dua atau tiga tahun berlalu.”Secara keilmuan, setelah 2 -3 tahun, pandemi Covid-19 diupayakan menjadi endemi,” kata Berton. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menyiapkan skenario jika status Covid-19 menjadi endemi di Indonesia.

Budi mengatakan status endemi berlaku jika Covid-19 sudah menyerang 1,9 juta jiwa dalam kurun setahun. ”Jadi skenario kondisi endemi kita memperkirakan bahwa kasus setahun itu 1,9 juta kasus positif.

Untuk informasi sekarang kasus kita sudah berjalan sejak Maret 2020 itu sudah ada 4 juta kasus,” kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX, Senin (13/9). ”Jadi kita untuk skenario A bahwa ini kondisinya membaik terus atau rata dengan kondisi sekarang ada 1,9 juta kasus,” lanjutnya.

Sementara skenario B, digunakan jika kasus korona melonjak. Estimasi kasus untuk skenario ini adalah 3,9 juta jiwa. ”Untuk saat ini kasus masuk kategori normal.” Meski demikian, testing dan vaksinasi masih akan tetap berjalan meski dalam status endemi. Pihaknya terus mengupayakan proses vaksinasi agar bisa didapat oleh seluruh kalangan.

Peta Jalan

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, Covid-19 diprediksi tidak hilang dalam waktu cepat.

Karena itu, pemerintah mengajak seluruh masyarakat beradaptasi dan mengadopsi kebiasaan-kebiasaan baru agar dapat hidup sehat berdampingan dengan Covid-19. ”Sesuai arahan Bapak Presiden, pemerintah mulai menyusun peta jalan transisi dari masa pandemi Covid-19 menuju endemi.

Pada akhirnya, upaya ini diharapkan bisa mewujudkan keseimbangan antara perekonomian dengan kesehatan secara bertahap,” ujarnya.

Peta jalan yang dimaksud merupakan dasar tatanan hidup baru bagi masyarakat pada masa transisi pandemi menjadi endemi.

Tidak hanya sebagai acuan dalam menekan penularan Covid-19, peta jalan ini juga dibuat sebagai panduan masyarakat untuk beraktivitas seperti biasa.

Dalam menyusun peta jalan tersebut, Johnny mengatakan, pemerintah akan melibatkan stakeholders terkait dan menjadikan pengalaman negara-negara lain sebagai acuan. Peta jalan akan terus disempurnakan sesuai perkembangan penanganan Covid- 19 di Tanah Air, dengan target pembukaan pada fatality rate kurang lebih 2%, kasus aktif kurang lebih 100.000 jiwa, serta positivity rate kurang dari 5%.

Saat ini, pemerintah menggelar kegiatan percontohan peta jalan yang mengatur penerapan protokol-protokol kesehatan di enam aktivitas utama, yakni tempat perdagangan; pasar/toko modern, pasar/toko tradisional, transportasi publik; darat, laut, udara, destinasi pariwisata; hotel, restoran, pertunjukan, kantor/pabrik; pemerintah, swasta, bank, pabrik besar, UKM/IRT, lokasi ibadah dan kegiatan keagamaan, dan tempat pendidikan; PAUD, SD, SMP, SMA, serta perguruan tinggi.

”Penerapan protokol kesehatan sebagai proyek percontohan di lokasi-lokasi tersebut didasarkan pada tiga standar, yakni standar jumlah, aktivitas, dan perilaku. Pelaksanaannya akan didukung penggunaan teknologi digital, salah satunya dengan aplikasi PeduliLindungi,” katanya.

PPKM Berlanjut

Di sisi lain, pemerintah melanjutkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakt hingga 20 September mendatang.

Peraturan yang tertuang dalan Inmendagri No 42 Tahun 2021 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada 13 September 2021 itu memuat berbagai aturan yang lebih lunak.

Meski demikian, ada syarat tambahan untuk daerah dengan status PPKM level 3 agar dapat turun ke PPKM level 2, yakni vaksinasi dosis 1 harus mencapai 50% dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 40%.

Daerah untuk turun dari PPKM level 2 ke level 1 juga ada tambahan, yakni cakupan vaksinasi dosis 1 menvapai 70% dan vaksinasi lansia 60%. Untuk kota-kota yang saat ini berada pada level 2, akan diberikan waktu selama 2 minggu untuk mengejar target vaksinasi.

Jika tidak tercapai, maka statusnya akan dinaikkan ke level 3. Terkait pelonggaran, ada hal-hal baru yang diperbolehkan di daerah level 2 dan 3, seperti Bioskop diperbolehkan kembali beroperasi dengan maksimal 50% pengunjung, namun anak-anak di bawah usia 12 tahun dilarang.

Khusus daerah dengan status PPKM level 4, aturan masih cukup ketat, antara lain belajar mengajar melalui pembelajaran jarak jauh dan jam operasional tempat belanja (supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan) yang menjual kebutuhan seharihari dibatasi hingga pukul 21.00 dengan kapasitas pengunjung 50%.

Pengunjung juga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk masuk supermarket dan hypermarket. Kegiatan makan/minum di warung makan, warteg, dan sejenis diperbolehkan hingga pukul 20.00, dengan maksimal pengunjung makan di tempat 3 orang untuk 30 menit.

Restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi tertutup hanya menerima delivery/ take away. Namun jika ada tempat terbuka, diperbolehkan makan ditempat tapi dengan kapasitas pengunjung 25%, satu meja maksimal 2 orang, dan waktu makan 30 menit.

Mal, pusat perbelanjaan, tempat fasilitas umum, dan wisata ditutup sementara, serta resepsi pernikahan ditiadakan. Tempat ibadah diizinkan buka dengan kapasitas 50%.

Lebih Longgar

Aturan untuk daerah level 3 lebih longgar, yakni belajar mengajar dengan tatap muka terbatas dengan kapasitas 50%, kecuali SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62%-100%.

Jarak minimal 1,5 m dan maksimal lima peserta didik per kelas. PAUD maksimal 33% dengan menjaga jarak minimal 1,5 m dan maksimal lima peserta didik per kelas, Untuk supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari jam operasional dibatasi hingga pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50%.

Pengunjung supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Makan/minum di warung makan, warteg, dan sejenis diperbolehkan hingga pukul 21.00 maksimal pengunjung makan di tempat 50% dengan waktu maksimal 60 menit.

Kegiatan makan/minum di restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi tertutup hanya menerima delivery/take away.

Makan/minum di restoran, rumah makan, kafe yang memiliki lokasi terbuka diperbolehkan dengan kapasitas 50% serta satu meja maksimal 2 orang dengan waktu makan 30 menit hingga pukul 21.00.

Mal dan pusat perbelanjaan dibuka dengan kapasitas maksimal 50 persen hingga pukul 21.00 dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Bioskop dapat beroperasi maksimal 50% dan anak-anak di bawah usia 12 tahun dilarang.

Tempat ibadah diizinkan buka dengan kapasitas 50%. Fasilitas umum termasuk tempat wisata ditutup dan kegiatan masyarakat lainnya yang menimbulkan kerumunan ditutup sementara. Uji coba tempat wisata dilakukan dengan aplikasi PeduliLindungi.

Resepsi pernikahan boleh tapi maksimal hanya dihadiri 20 undangan dan tidak mengadakan makan di tempat.

Aturan untuk daerah dengan status PPKM level 2 lebih lunak lagi. Belajar mengajar dengan tatap muka terbatas dengan kapasitas 50%, kecuali SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62%-100%.

PAUD maksimal 33% dengan menjaga jarak minimal 1,5 m dan maksimal lima peserta didik/kelas, Kegiatan sektor nonesensial berlaku 50% WFO, dengan syarat pegawai sudah vaksin dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Untuk supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi beroperasi hingga pukul 21.00 dengan kapasitas pengunjung 75%.

Masuk supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Makan/minum di warung makan, warteg dan sejenis diperbolehkan hingga pukul 21.00 maksimal pengunjung makan di tempat 50% dan waktu maksimal 60 menit.

Makan/minum di restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi tertutup dengan maksimal pengunjung 50% dan waktu maksimal 60 menit (wajib aplikasi Peduli- Lindungi). Makan/minum di restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi terbuka diperbolehkan dengan kapasitas 50% dan waktu makan 60 menit hingga pukul 21.00 waktu setempat.

Mal dan pusat perbelanjaan dibuka dengan kapasitas maksimal 50 persen hingga pukul 21.00 dengan aplikasi PeduliLindungi. Bioskop dapat beroperasi 50%, tetapi anak-anak di bawah usia 12 tahun dilarang.

Tempat ibadah juga diizinkan buka dengan kapasitas 75%. Fasilitas umum, termasuk tempat wisata dibuka dengan kapasitas 25% dan wajib aplikasi PeduliLindungi. Resepsi pernikahan diadakan maksimal 50 undangan, namun tidak makan di tempat.

Selain itu, ada aturan tambahan, seperti kompetisi sepak bola level 1 dapat dilaksanakan dengan maksimal sembilan pertandingan setiap minggu di wilayah PPKM level 2 dan 3.

Selain itu, WNA boleh masuk lewat Bandar Udara Soekarno Hatta dan Sam Ratulangi. Pintu masuk laut hanya melalui pelabuhan Batam dan Nunukan, serta pintu masuk darat hanya melalui pos lintas batas negara (PLBN) Aruk dan Entikong.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Umrah Segera Dibuka, Simak Syaratnya Saat Pandemi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 07:15 WIB
X