Pangan Berbasis Kemandirian Semakin Menguat di Masa Pandemi, Mulai Urban Farming Hingga Pesantren Ekologi

- Selasa, 14 September 2021 | 20:12 WIB
URBAN FARMING: Anis Hidayah memaparkan praktik bertani urban farming dalam dialog interaktif secara daring bertajuk "Perkotaan dan Perdesaan dalam Pemenuhan Kedaulatan Pangan dan Pengembangan Kewirausahaan Lestari di Pulau Jawa", Selasa (14/9). (suaramerdeka.com/Hartatik)
URBAN FARMING: Anis Hidayah memaparkan praktik bertani urban farming dalam dialog interaktif secara daring bertajuk "Perkotaan dan Perdesaan dalam Pemenuhan Kedaulatan Pangan dan Pengembangan Kewirausahaan Lestari di Pulau Jawa", Selasa (14/9). (suaramerdeka.com/Hartatik)

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Digencarkan, IDI: Jangan Terlena Kebal Virus

Lumbung Pangan

Menurut Anis, memiliki kebun seakan punya lumbung pangan. Sebab 80 persen kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi dari tanaman yang ditanam di kebun. Selain itu, menanam bagi Anis merupakan sarana pelepasan dari tekanan mental selama pandemi.

Semestinya, lanjutnya, kondisi ini direspon pemerintah untuk membangun sistem alternatif pangan. Urban farming dinilai mampu menjadi solusi alternatif untuk memperbaiki tata kelola pangan.

"Saya merasa dari hal kecil dengan membangun sistem pangan juga merupakan bentuk perlawanan kapitalisme. Secara filosofis dapat memotong mata rantai pangan, disisi lain berdaya pangan sehat," beber Anis.

Baca Juga: Kolaborasi Coldplay-BTS Rilis Single 'My Universe', Ini Tanggapan Warganet

Terkait keterbatasan tempat yang jamak dikeluhkan masyarakat perkotaan, Anis mengatakan tidak perlu khawatir. Sebab bisa disiasati dengan tanaman pot dan rak. Lebih lanjut, urban farming merupakan revolusi pangan dari kebun sendiri

"Dari kebun ke meja. Kalau dilakukan lebih banyak, bisa membantu melestarikan lingkungan yang sehat, membangun sistem alternatif pangan dan mengurangi risiko masyarakat dari bahan kimia yang biasa ikut terkonsumsi sehari-hari," tukasnya.

AGROEKOLOGI: Nissa Wagadipura (Pendiri Pesantren Ekologi Ath-Thariq di Garut) memaparkan pertanian berbasis kemandirian melalui agroekologi dalam dialog interaktif secara daring bertajuk "Perkotaan dan Perdesaan dalam Pemenuhan Kedaulatan Pangan dan Pengembangan Kewirausahaan Lestari di Pulau Jawa", Selasa (14/9). (suaramerdeka.com/Hartatik)

Gerakan Sosial

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X