Pangan Berbasis Kemandirian Semakin Menguat di Masa Pandemi, Mulai Urban Farming Hingga Pesantren Ekologi

- Selasa, 14 September 2021 | 20:12 WIB
URBAN FARMING: Anis Hidayah memaparkan praktik bertani urban farming dalam dialog interaktif secara daring bertajuk "Perkotaan dan Perdesaan dalam Pemenuhan Kedaulatan Pangan dan Pengembangan Kewirausahaan Lestari di Pulau Jawa", Selasa (14/9). (suaramerdeka.com/Hartatik)
URBAN FARMING: Anis Hidayah memaparkan praktik bertani urban farming dalam dialog interaktif secara daring bertajuk "Perkotaan dan Perdesaan dalam Pemenuhan Kedaulatan Pangan dan Pengembangan Kewirausahaan Lestari di Pulau Jawa", Selasa (14/9). (suaramerdeka.com/Hartatik)

DEPOK, suaramerdeka.com - Salah satu sektor yang masih bisa selamat dan diselamatkan pada masa pandemi Covid-19 adalah pertanian.

Meski sektor ini relatif bisa selamat, tapi sesungguhnya pandemi mengancam pangan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Apalagi negeri ini memiliki sejarah kegagalan panjang tentang politik pangan pada pemerintahan Orde Baru.

"Orde Baru membuat masyarakat (perdesaan) banyak bermigrasi ke luar negeri, karena pertanian tidak bisa dijadikan tumpuan hidup," ujar Anis Hidayah, penggagas Komunitas Urban Farming Rumah Organik Studio Alam Indah (ROSAI) di Kota Depok, dalam dialog interaktif secara daring bertajuk "Perkotaan dan Perdesaan dalam Pemenuhan Kedaulatan Pangan dan Pengembangan Kewirausahaan Lestari di Pulau Jawa", Selasa 14 September 2021.

Baca Juga: Terungkap, Lord Adi Angkat Bicara Kekalahannya di MasterCheaf Indonesia Season 8

Agenda dialog ini satu dari tiga seri yang digelar oleh Samdhana Institute, dalam rangka menuju Konferensi Iklim Internasional (COP) 26 di Gasglow, Inggris pada pada 31 Oktober–12 November 2021.

Dialog yang dipandu Martua T Sirait (Direktur Eksekutif Samdhana Institute) tersebut juga menghadirkan dua narasumber pegiat lingkungan yakni Singgih Susilo Kartono (Penggagas Pasar Papringan di Temanggung) dan Nissa Wagadipura (Pendiri Pesantren Ekologi Ath-Thariq di Garut).

Lebih lanjut, pertanian bagi Anis sudah mendarah daging lantaran ayah dan kakeknya adalah seorang petani. Meski kini tinggal di perkotaan, Anis merasa terpanggil untuk memenuhi kebutuhan harian sendiri.

Pada 2018, Anis menanam berbagai jenis sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari secara organik di balkon rumahnya di Perumahan Studio Alam Indah.

Lalu gerakan kecil ini yang kini populer disebut urban farming, ternyata menarik tetangga sekitar untuk bercocok tanam di pekarangan rumah mereka. Setidaknya ada 60 KK kini memiliki kebun sendiri, baik di pekarangan maupun balkon rumah.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aniaya Teman Karaoke, 2 Pelaku Ditangkap

Jumat, 24 September 2021 | 20:12 WIB

Presiden Minta Jaga Kelestarian Penyu

Jumat, 24 September 2021 | 01:20 WIB

PTM Tak Akan Disetop

Jumat, 24 September 2021 | 01:10 WIB

Membudidayakan Klanceng agar Sejahtera

Jumat, 24 September 2021 | 01:00 WIB
X