Anugerah Kihajar Diharapkan Menjadi Teladan bagi Daerah Lain

- Minggu, 17 November 2019 | 14:55 WIB
foto: suaramerdeka.com/Prajitna Lydiasari
foto: suaramerdeka.com/Prajitna Lydiasari

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Didik Suhardi, menyampaikan penganugerahan Anugerah Kihajar 2019 diharapkan bisa menjadi teladan bagi daerah-daerah lain untuk meningkatkan penggunaan IT di bidang pendidikan.

"Tentu penghargaan ini akan diharapkan menjadi motivasi dan contoh untuk daerah-daerah lain, dan IT menjadi bagian dari proses pendidikan kebudayaan sudah tidak bisa ditawar-tawarkan," ujar Sesjen Kemendikbud, Didik Suhardi, di Jakarta.

Anugerah ini sebagai indeks pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pendidikan dan kebudayaan sebagai alat dalam proses harmonisasi berbagai kebijakan dan program pembangunan pemda baik pad level nasional dan daerah.

Sejalan dengan upaya peningkatan mutu, akses pendidikan dan kebudayaan melalui pendayagunaan TIK), sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Partisipasi pemerintah daerah (pemda) dalam pendayagunaan TIK di sektor pendidikan dan kebudayaan dilakukan dalam kerangka kebijakan, anggaran, program, implementasi dan dampak.

"Selain untuk memberikan apresiasi atas upaya tersebut, penyelenggaraan Anugerah Kihajar Kepala Daerah dimaksudkan untuk memeratakan tingkat pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan di daerah sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan," kata Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kemendikbud, Gogot Suharwonto

Kemendikbud juga memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah provinsi, kota, dan kabupaten di Indonesia. Misalnya, seperti telah dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk komitmennya dalam merealisasikan inovasi e-administrasi atau Bupati Kabupaten Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun dalam pemanfaatan teknologi pada akses sekolah terpencil.

"Aspek yang dinilai pada penganugerahan ini antara lain kebijakan, tata kelola, implementasi baik terkait TIK, manajemen dan komitmen untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM), dampak pada guru, siswa dan prestasi sekolah serta inovasi-inovasi yang dilakukan di daerahnya," bebernya.

Gogot menambahkan bahwa pada ahirnya, generasi utuh yang unggul dan berkarakter dapat tercipta dengan kolaborasi dari segala pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri, orang tua, media dan stakeholder lain.

"Karena generasi yang berkualitas adalah kunci keberhasilan bangsa dan itu menjadi tanggung jawab bersama," tutupnya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Baru Sebulan Diresmikan, Jembatan di Karawang Ambles

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:41 WIB

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X