Pejabat Negara Makin Kaya Selama Pandemi, Pengamat: Publik Wajib Mengawasi

- Rabu, 15 September 2021 | 08:00 WIB
Ilustrasi kekayaan pejabat (Pixabay /mohamed_hassan
Ilustrasi kekayaan pejabat (Pixabay /mohamed_hassan

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Berdasarkan catatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), banyak pejabat negara yang kekayaannya bertambah 70,3 persen hanya selama pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan dalam webinar bertajuk “Apa Susahnya Lapor LHKPN Tepat Waktu dan Akurat” belum lama ini.

Pengamat politik Institute for Digital Democracy (IDD) Bambang Arianto, mengungkapkan bahwa langkah KPK untuk mempublikasikan secara transparan terkait jumlah kekayaan para pejabat negara sangat tepat dan merupakan bagian dari pendidikan anti korupsi kewargaan.

Pasalnya, publikasi ini akan mematik publik terutama warganet untuk kian mengenal siapa saja para pejabat negara yang kekayaannya naik di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Vaksinasi Pelajar Cilacap Dilanjut, Gelombang II Disiapkan 4 Ribu Dosis

"Dampak lain dari publikasi ini tentu akan membuat publik ikut mengawasi semua pejabat negara lainnya," kata dia.

Meski beberapa pejabat negara tersebut memiliki jejaring bisnis yang besar.

Tapi, dalam konteks pencegahan anti korupsi, publik tetap harus ikut mengawasi.

"Pengawasan ini sebagai bukti bahwa semangat anti korupsi dari publik masih terus tumbuh subur," kata dia.

Baca Juga: Cyberbully, Kenali Bentuk dan Cara Pencegahan Serta Menghadapinya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X