Baku Tembak KKB vs TNI di Papua, Gus Jazil: Tumpas Penyuplai Senjata

- Selasa, 14 September 2021 | 13:12 WIB
Aksi TNI mengejar KKB di Papua (foto: pikiran-rakyat.com)
Aksi TNI mengejar KKB di Papua (foto: pikiran-rakyat.com)

Menurutnya, konflik yang berkepanjangan dan selalu berulang di Papua menunjukkan kurang canggihnya aparat dalam pemetaan lapangan.

Sekaligus memitigasi dan mengantisipasi setiap gerakan KKB.

Dalam hal suplai senjata dan jenis senjata yang dipakai KKB, tidak mungkin senjata yang dipakai diproduksi di Papua.

”Mereka bukan kelompok yang terlalu besar, mestinya TNI yang sedemikian besar bisa menumpas ini sampai ke akar-akarnya sehingga tidak terus muncul setiap tahun, setiap musim. Salah satunya mencari otak dan penyuplai senjata darimana mereka mendapatkan senjatanya,” tuturnya.

Di sisi lain, dalam menangani persoalan di Papua juga harus dilakukan dengan pendekatan lain.

Yakni pendekatan kemanusiaan, kebudayaan, dan kesejahteraan.

Pendekatan tersebut sebagaimana yang dilakukan Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

”Itulah yang saya sebut pendekatannya harus holistik, haru menyeluruh,” kata Gus Jazil.

Diketahui, konflik senjata tersebut terjadi antara personel Pos Kiwirok Satgas Pamtas 403/WP dengan KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo dan aksi pembakaran fasilitas umum serta pemukiman warga.

Personel Pos Pamtas Yonif 403/WP yang mengalami luka tembak di lengan kanan atas nama Prada Ansar. Ia tertembak dua butir amunisi menembus tulang. 

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Kumpulkan 4 Gubernur di Semarang

Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:38 WIB

PPP dan Golkar Terbuka untuk Koalisi Pilpres 2024

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:06 WIB

Buntut Banteng vs Celeng, Mbogo Dipanggil DPP PDIP

Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:39 WIB
X