KPI Dibubarkan?, Politikus Golkar: PSI Bisa Menyusul Setelahnya

- Senin, 13 September 2021 | 15:34 WIB
Politikus Golkar Andi Sinulingga/Foto Tagar
Politikus Golkar Andi Sinulingga/Foto Tagar

JAKARTA, suaramerdeka.com - Politikus Golkar Andi Sinulingga mengatakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bisa dibubarkan karena ada tuntutan dari masyarakat dan dianggap tidak berguna.

“Jika minta KPI dibubarkan karena dipandang sudah tidak ada gunanya, maka PSI menyusul setelah itu,” kata politikus Golkar Andi Sinulingga di akun Twitter-nya @AndiSinulingga.

PSI melalui juru bicaranya, Dara Nasution, sebelumnya memberi pernyataan yang menuntut pemerintah dan DPR RI untuk membubarkan KPI.

Baca Juga: Selama Pandemi, Sektor Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Dugaan intimidasi terhadap korban pelecehan seksual MS agar korban mencabut laporannya, melahirkan tuntutan PSI terhadap KPI

“Dugaan intimidasi kepada korban MS supaya mencabut laporannya menunjukkan bahwa KPI tidak benar-benar serius mengawal kasus ini," ungkap Dara

Menurutnya, dari tahun ke tahun, masyarakat hampir tidak pernah mendengar kinerja positif dari KPI.

Baca Juga: Joko Widodo Ternyata Ketahuan Ikut Vaksinasi di Klaten

Dara memberi contoh, bagaimana KPI hanya memberi masyarakat dengan berbagai kontroversi.

“Mulai dari membatasi lagu di radio, sensor iklan Shopee, mau mengawasi Netflix. Di sisi lain, kualitas tayangan TV nasional juga tidak ada perbaikan,” kata Dara.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPP dan Golkar Terbuka untuk Koalisi Pilpres 2024

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:06 WIB

Buntut Banteng vs Celeng, Mbogo Dipanggil DPP PDIP

Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:39 WIB
X