Santunan Rp 30 Juta Dinilai Tak Layak

Red
- Senin, 13 September 2021 | 01:00 WIB
SM/cnnindonesia - HANGUS TERBAKAR: Sel Lapas Tangerang Warsito setelah kebakaran. (70)
SM/cnnindonesia - HANGUS TERBAKAR: Sel Lapas Tangerang Warsito setelah kebakaran. (70)

Yasonna dinilai lalai dalam tugasnya mereformasi UU Narkotika sehingga terjadi kapasitas yang berlebih hingga 245 persen di lapas itu. Sebelumnya, Menkumham Yasonna Laoly memberikan uang santunan Rp 30 juta pada tiga keluarga narapidana yang tewas dalam kebakaran di Lapas Tangerang.

Tiga korban tewas tersebut merupakan korban tambahan yang meninggal seusai menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang. Hingga kemarin, jumlah korban tewas 45 orang. Tim DVI Polri masih mengidentifikasi jenazah para korban.

Didesak Mundur

Koalisi masyarakat sipil mendesak Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mundur sebagai bentuk tanggung jawabnya dalam tragedi kebakaran di Lapas Tangerang.

Koalisi tersebut terdiri atas LBH Masyarakat, LBH Jakarta, LPBH Nahdlatul Ulama Tangerang, dan Imparsial. Pengacara publik LBH Masyarakat Maruf Bajammal mengatakan, ada kelalaian pemerintah sehingga terjadi musibah memilukan itu. Padahal, menurut Maruf, kebakaran tersebut bisa dicegah atau diantisipasi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

”Berdasarkan hal itu, LBH Masyarakat, LBH Jakarta, LPBH Nahdlatul Ulama Tangerang, dan Imparsial mendesak Presiden dan DPR untuk segera memberhentikan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly,” kata Maruf. Menurut peneliti Imparsial Hussein Ahmad, Yasonna semestinya malu dan langsung mengundurkan diri dari jabatannya setelah peristiwa kebakaran tersebut.

”Di sana ada tangan pemerintah yang berlumuran darah. Menkumham Yasonna Laoly semestinya tidak perlu dituntut mundur karena dia yang harusnya malu dan mengundurkan diri,” kata Hussein. ”Hilangnya puluhan nyawa di Lapas Tangerang sangat mungkin bisa dihindari apabila pemerintah tidak menunda menyegerakan Reformasi UU Narkotika,” sambungnya.

Koalisi juga menyoroti masalah over kapasitas Lapas, perbaikan instalasi listrik, dan prosedur operasi standar di lapas saat terjadi kebakaran tak berjalan baik. Kelalaian ini menurutnya bisa dimintakan pertanggungjawaban kepada pejabat struktural di bawah Menkumham.

Selain Yasonna Laoly, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reynhard SP Silitonga, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Agus Toyib, dan Kepala Lapas Klas I Tangerang Viktor Teguh juga didesak mundur dari jabatannya. ”Ada kesalahan sistematis dalam kejadian itu,” kata Maruf. Di sisi lain, dalam olah TKP, diduga kebakaran itu disebabkan arus pendek listrik.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menduga ada kelalaian dalam insiden itu. Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polrestro Tangerang Kota telah memeriksa 20 saksi untuk mengusut peristiwa tersebut.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Sumpah Pemuda, Makna Angka 28 Menurut Feng Shui

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:03 WIB

Catat! Cuti Bersama Natal 2021 Resmi Dihapus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:23 WIB
X