Penyaluran Bantuan Subsidi Upah Lancar, Belajar dari Pengalaman 2020 dan Data yang Sudah Divalidasi

- Jumat, 10 September 2021 | 20:25 WIB
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyaksikan pembukaan dan aktivasi rekening secara kolektif bagi penerima BSU. (suaramerdeka.com/dok)
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyaksikan pembukaan dan aktivasi rekening secara kolektif bagi penerima BSU. (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyaksikan pembukaan dan aktivasi rekening secara kolektif bagi penerima bantuan pemerintah berupa subsidi gaji atau upah (BSU) tahun 2021, pada Jumat, 10 September 2021.

Kal ini penyaluran BSU untuk pekerja atau buruh PT Perusahaan Industri Ceres, Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat.

Pembukaan rekening baru secara kolektif (Burekol) ditujukan bagi pekerja atau buruh yang sudah ditetapkan sebagai penerima BSU namun belum memiliki rekening pada Bank Himbara.

Menaker Ida menyatakan, pekerja atau buruh di PT Perusahaan Industri Ceres mendapatkan BSU karena memenuhi persyaratan sesuai dengan Permenaker Nomor 16 Tahun 2021 tentang Pemberian Subsidi Upah 2021.

Baca Juga: Ke Papua, Menkopolhukam dan Mendagri Pantau Kesiapan PON

BSU tahap I dan II disalurkan secara langsung kepada pekerja atau buruh yang sudah memiliki rekening bank-bank Himbara.

Adapun untuk tahap III, IV, dan V, BSU diberikan kepada pekerja atau buruh dengan cara membukakan rekening secara kolektif karena mereka belum memiliki rekening Bank Himbara.

"Nah sekarang sudah tahap 3. Di sini, di perusahaan Ceres ini (pekerja atau buruh) dibukakan rekening Bank Mandiri," ucapnya.

Ia mengemukakan, hingga hari ini, total BSU tahun 2021 telah disalurkan kepada 3.257.376 pekerja/buruh di seluruh Indonesia. Khusus untuk Jawa Barat, katanya, BSU sudah disalurkan kepada 608.820 pekerja/buruh.

Baca Juga: Maksimalkan Aplikasi Pedulilindungi, dalam Pengendalian Covid-19

"Jadi cukup banyak pekerja di Jawa Barat ini yang menerima BSU ini," ujarnya.

Ia juga mengemukakan hingga kini BSU tahun 2021 tidak ada kendala dalam proses penyalurannya. Hal itu karena pihaknya telah mengambil pengalaman dari BSU tahun 2020 dan data dari BPJS sudah divalidasi.

"Data dari BPJS ketenagakerjaan sudah rapi, divalidasi diserahkan kepada kami untuk cek end ricek sesuai Permenaker," ucapnya.

Turut hadir dalam kesempatan ini Dirjen PHI dan Jamsos, Indah Anggoro Putri; Sesditjen PHI dan Jamsos, Surya Lukita Warman; Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Retna Pratiwi; Staf Khusus Menaker, Dita Indah Sari; Staf Khusus Menaker, M. Reza Hafiz; Kadisnakertrans Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi; Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo; dan Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Rohan Hafaz.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X