Varian Mu Ditemukan, Pemerintah Memperketat Pengawasan Internasional

- Jumat, 10 September 2021 | 09:00 WIB
 Jubir Pemerintah untuk Covid-19, Wiku Adisasmito. (suaramerdeka.com / dok) (Murdiyat Moko)
Jubir Pemerintah untuk Covid-19, Wiku Adisasmito. (suaramerdeka.com / dok) (Murdiyat Moko)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Seiring ditemukannya, varian Mu atau B.162.1 di Colombia, langkah pencegahan terus dilakukan pemerintah lewat pengetatan pengawasan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyebut, sejumlah langkah sudah diterapkan pemerintah sebagai pencegahan masuknya varian Mu

"Dalam hal ini pemerintah senantiasa berupaya mencegah masuknya varian baru dari luar Indonesia melalui pengetatan kebijakan karantina internasional, entry dan exit testing serta persyaratan vaksin," demikian ujar Wiku menjawab pertanyaan media.

Varian Mu telah ditetapkan WHO sebagai varian yang diamati atau varian of interest (VOI) per 30 Agustus 2021.

Baca Juga: Tak Hanya untuk Unduh Sertifikat, Ini 5 Manfaat Lain Aplikasi PeduliLindungi

Prof Wiku Adisasmito menegaskan bahwa berdasarkan hasil whole genome sequencing (WGS) per 6 September 2021, varian Mu ini tidak ditemukan di Indonesia.

Ia menjelaskan VOI merupakan varian yang mengalami perubahan pada susunan genetikanya dan dapat mempengaruhi karakteristik virus.

Saat ini, kata dia, karakteristik varian Mu masih diteliti terkait tingkat risiko penularannya dan kekuatannya.

"Indikasi karakteristik varian Mu, seperti lebih ganas dari varian delta atau bisa menghindari kekebalan tubuh, masih berupa perkiraan dan masih terus diteliti lebih dalam," kata Wiku, dalam agenda Keterangan Pers di Graha BNPB, yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga: Hasil Imbal Obligasi Menurun Picu Dolar Merosot di Akhir Perdagangan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X