Resmikan Fasilitas RSUD Pameungpeuk, Uu Ruzhanul Kutip Lagu Rhoma Irama

- Kamis, 9 September 2021 | 14:08 WIB
Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum saat peresmian Fasilitas OK, ICU, VK, NICU, Radiologi RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Kamis 9 September 2021. (suaramerdeka.com/Setiady Dwi)
Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum saat peresmian Fasilitas OK, ICU, VK, NICU, Radiologi RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Kamis 9 September 2021. (suaramerdeka.com/Setiady Dwi)

GARUT,  suaramerdeka.com - Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menegaskan bahwa kesehatan merupakan sektor prioritas pembangunan.

Hanya saja, dia pun meminta semua elemen masyarakat untuk bisa menjadi banteng utama di sektor penting tersebut.

Mengutip tembang Soneta Volume 13, "Nilai Sehat", Uu mengingatkan tanpa kesehatan, tujuan pembangunan bisa terganggu.

"Itu menjadi faktor dominan menuju cita-cita pembangunan, sehingga kenapa bagi Pemprov kesehatan jadi indikator penting, karena kalau sakit, itu nantinya tak mampu membangun berpikir.

Seperti kata Bang Haji Rhoma di Volume 13-nya Soneta, apabila ada penyakit di badan, jabatan dan harta tak ada artinya, makanan juga tak ada yang enak," jelasnya saat peresmian Fasilitas OK, ICU, VK, NICU, Radiologi RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Kamis, 9 September 2021

Baca Juga: Kasatlantas: Kecelakaan Karambol di Sigar Bencah Libatkan Empat Kendaraan Roda 4 dan Sepeda Motor

Dijelaskan, pengembangan fasilitas di RS di selatan Jabar itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Namun, atensi tersebut membutuhkan pula partisipasi masyarakat.

Salah satunya adalah sikap masyarakat dalam memastikan kesehatan dirinya.

"Kita harap pola hidup bersih dan sehat bisa dilakukan, dan itu harus dilakukan masyarakat sendiri di samping ketakwaan, karena kurang iman bisa jadikan pikiran rusak, ditambah imajinasi tak karuan, imun turun, penyakit datang," katanya.

Baca Juga: Keuangan Generasi Milenial Kacau? Ini 4 Faktor Penyebabnya

Lebih dari itu, mantan Bupati Tasikmalaya itu berharap peningkatan fasilitas tersebut tak diartikan lain bahwa Pemprov Jabar membeda-bedakan pembangunan di wilayah selatan.

Langkah itu, tegasnya, tentu mempunyai pertimbangan termasuk persoalan prioritas.

"Garut selatan sudah sementara Cianjur selatan belum misalnya, jangan ada anggapan berpihak ke pihak lain dan tak memperhatikan yang lain.

Karena tentu kita pun ingin sama-sama mengembangkan. Karenanya pesan kami, kita rawat supaya derajat kesehatan masyarakat meningkat dengan memanfaatkan sebaik-baiknya," jelasnya.

Baca Juga: Jangan Khawatir, Aplikasi PeduliLindungi Amankan Data dan Proteksi dari Covid-19

Sebelumnya, Kadinkes Jabar Nina Susana Dewi menyatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari pelayanan kesehatan di masyarakat Jabar selatan.

RS tersebut terdiri dari enam lantai dalam pengembangan terutama untuk rawap inap.

Pembangunannya dimulai sejak 2016. Untuk pengoperasiannya sudah dilakukan mulai Maret 2020 dengan dukungan 310 tenaga.

Karena Covid-19, pembangunan sempat terhenti karena refocusing. "Tahun depan kita berharap rencana menghubungkan gedung operasi ke gedung kamar inap bisa terlaksana," katanya

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Atlet Program Semarang Emas Jalani Tes Fisik

Minggu, 28 November 2021 | 13:41 WIB

Banjir Bandang di Garut, 21 Rumah Rusak

Minggu, 28 November 2021 | 08:42 WIB

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X