Harga Minyak Naik Lebih dari 1 Persen Usai Produsen Pulihkan Operasi Teluk Meksiko

- Kamis, 9 September 2021 | 09:24 WIB
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Perjuangan produsen di Teluk Meksiko untuk memulihkan operasi membuat harga minyak naik lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB),

Teluk Meksiko tersebut dilanda Badai Ida dengan angin kencang dan hujan lebat. dalam 10 hari sehingga sempat mengganggu pasokan minyak dan produsen perlu segera memulihkan.

Untuk pengiriman November, harga minyak mentah berjangka Brent naik 91 sen atau 1,3 persen, menjadi ditutup pada 72,60 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Selasa kemarin, sekitar 77 persen dari produksi minyak Teluk AS masih offline atau sekitar 1,4 juta barel per hari. Sekitar 17,5 juta barel minyak telah hilang ke pasar sejauh ini.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Kebumen Tanggapi Keluhan Sistem Rujukan Berjenjang, Ini Penjelasannya

Sumur lepas pantai Teluk memberikan kontribusi sekitar 17 persen dari produksi minyak AS.

"Operasi kilang tampaknya membuat pemulihan lebih cepat," kata analis ING dalam sebuah catatan.

Kapasitas sekitar 1 juta barel per hari ditutup sementara, turun dari puncaknya lebih dari 2 juta barel per hari, kata ING, mengutip laporan situasi terbaru dari Departemen Energi.

"Harga minyak terus mendapat dukungan dari pemadaman produksi tinggi yang sedang berlangsung di Teluk Meksiko," Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research, mengatakan dalam sebuah catatan pada Rabu 8 September 2021.

Baca Juga: Asosiasi Bumerang Indonesia Gelar Kompetisi Daring, Thrower Semarang Jadi Juara

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X