Varian Mu belum Ditemukan di Indonesia, Wiku Mengacu Data WGS

- Selasa, 7 September 2021 | 20:20 WIB
Wiku Adisasmito (Foto Pikiran Rakyat) (Murdiyat Moko)
Wiku Adisasmito (Foto Pikiran Rakyat) (Murdiyat Moko)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut virus SARS-CoV-2 varian Mu atau B1621 belum ditemukan di Indonesia.

"Data 'Whole Genome Sequencing' (WGS) per 6 September 2021 menyebutkan bahwa varian Mu tidak ditemukan di Indonesia," kata Wiku melalui konferensi video di Jakarta, Selasa 7 September 2021, seperti dilansir dari Antara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan menyatakan varian MU atau B1621 masuk ke varian virus COVID-19 ke kategori Variant of Interest (VoI).

Baca Juga: Hendi Terus Percepat Vaksinasi, Penerima Suntikan Dosis Pertama Capai 1 Juta Jiwa

VoI adalah varian virus SARS-CoV-2 yang memiliki kemampuan genetik yang dapat mempengaruhi karakteristik virus.

Kemampuan tersebut dapat mempengaruhi tingkat keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, penularan, hingga kemampuan menghindari diagnostik maupun pengobatan.

"Varian Mu atau B1621 merupakan varian yang pertama kali ditemukan di Kolombia pada Januari 2021, varian ini kemudian ditetapkan sebagai varian yang diamati oleh WHO pada 30 Agustus 2021," tambah Wiku.

Baca Juga: Revitalisasi Sungai Citarum, Teknologi RDF Jadi Bagian Terintegrasi

Varian tersebut menurut Wiku sudah mengalami perubahan pada susunan genetikanya dan diprediksi dapat memperbarui karakteristik virus.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X