Revitalisasi Sungai Citarum, Teknologi RDF Jadi Bagian Terintegrasi

- Selasa, 7 September 2021 | 19:07 WIB
Sungai Citarum (Foto Istimewa)
Sungai Citarum (Foto Istimewa)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta konsep sarana persampahan terintegrasi bisa diadop di DAS-DAS lainnya. Konsep tersebut jadi bagian dari revitalisasi Sungai Citarum.

"Karena dari sampah 20-30 ton itu bisa menjadi RDF (refused derrived fuel) sebanyak 6 ton perhari untuk dimanfaatkan sebagai kebutuhan cofiring," katanya saat pengarahan Rapat Penanganan DAS Citarum di Bandung, Selasa (7/9).

Menurut dia, pengguna RDF sudah ditentukan yakni anak perusahaan PLN bidang pembangkitan, Indonesia Power.

Dengan berjalannya konsep tersebut, langkah penyegaran kembali Citarum di antaranya melalui penanganan sampah dapat optimal.

Baca Juga: Garam Kebumen Mulai Dikenalkan ke Pasar Eropa

"IP tak boleh tidak mau, tapi harus mau, karena ini jadi bagian dari permasalahan lingkungan, kalau IP macam-macam, kita beritahu dia," selorohnya.

Untuk lokasi, teknologi tersebut bakal diinstal di Cicabe, Kota Bandung. Untuk titik lainnya, mereka masih mencari lahan sehingga konsep sarana persampahan terintegrasi bisa segera beroperasi.

"Dibandingkan dengan waste to energy, teknologi RDF jauh lebih praktis. Secara konsep, kami kembangkan itu, dan progresnya bagus sehingga skema ini bakal banyak yang kita gunakan," jelasnya.

Baca Juga: Saipul Jamil Hanya Bisa Dimaafkan Korbannya, Pakar Psikologi Singgung Stasiun TV Langgar Hak Korban

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kecelakaan Maut Balikpapan, Begini Kronologinya

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:44 WIB

Jateng Borong Baznas Award 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 02:59 WIB

Berikut 184 Pemenang Baznas Award 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 02:55 WIB

RK-Khofifah Makin Mesra Bangun Simbiosis Jabar-Jatim

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:59 WIB
X