Pelaku Pelecehan Seksual Disambut, Media Kehilangan Identitas Mengedukasi Masyarakat

- Selasa, 7 September 2021 | 18:39 WIB
Saipul Jamil bersama Surya, Omesh, dan Wendi Cagur. (foto: pikiran-rakyat.com)
Saipul Jamil bersama Surya, Omesh, dan Wendi Cagur. (foto: pikiran-rakyat.com)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Sambutan meriah merayakan kebebasan Saipul Jamil, seorang selebriti yang tersandung kasus pelecehan seksual terhadap anak dan juga kasus suap kepada panitera, berlangsung beberapa waktu lalu.

Ada orang melakukan pengalungan bunga serta arak-arakan yang dilakukan dengan mobil sport mewah.

Tidak berhenti di situ, setelah penyambutan meriah, ia juga mendapat banyak undangan untuk mengisi berbagai acara di televisi meskipun akhirnya batal.

Baca Juga: 7.798 Jiwa Terdampak Luapan Danau Rawapening, Bupati Semarang : Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari

Hal ini tentu saja memunculkan polemik serta mendapatkan banyak kritik dari berbagai pihak karena dianggap memberikan glorifikasi kepada pelaku pelecehan seksual yang disambut bak pahlawan.

Menanggapi hal ini, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Filosa Gita Sukmo SIkom MA berpendapat media telah melanggar salah satu fungsi utamanya yakni to educate.

''Dengan adanya glorifikasi dan mencoba menampilkan sosok Saipul Jamil sebagai orang yang penuh penderitaan, media telah kehilangan identitasnya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,'' tandasnya.

Baca Juga: Taruna PIP Semarang Meninggal Dunia, Diduga Dianiaya Seniornya Saat Serempetan Motor

Bisnis Rating

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sumpah Pemuda, Makna Angka 28 Menurut Feng Shui

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:03 WIB

Catat! Cuti Bersama Natal 2021 Resmi Dihapus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:23 WIB
X