Ketum PBNU Bicara Soal Wacana Jabatan Presiden Tiga Periode: Terserah Kesepakatan Partai Politik

- Selasa, 7 September 2021 | 12:42 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (Foto PBNU)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (Foto PBNU)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Umum (Ketum) PBNU KH Said AqilSiradj bicara soal wacana jabatan presiden tiga periode.

Menurut Kiai Said Aqil, sebenarnya mau jabatan satu periode, dua periode, tiga periode bukan masalah.

Bahkan menurut Kiai Said Aqil, hal itu tidak melanggar fikih.

Baca Juga: Tingkatkan Literasi Masyarakat Agar Siap Jalani Perubahan dari Pandemi ke Endemi Covid-19

Akan tetapi Kiai Said Aqil menyerahkan sepenuhnya kepada kesepakatan partai politik.

"Urusan dua atau tiga periode itu terserah kesepakatan partai politik," kata Kiai Said Aqil, seperti yang dikutip suaramerdeka.com dari pikiran-rakyat.com, selasa, 7 September 2021.

Baginya, yang terpenting bukan soal periodenya.

Baca Juga: Dianggap Tidak Sesuai Harapan, Nelayan Tambakrejo Ingin Hunian Landid Area

Namun yang terpenting adalah proses pemilihannya.

Menurut Kiai Said Aqil, PBNU telah menyerahkan mekanisme pemilihan presiden dan kepala daerah dilakukan MPR dan DPRD.

Alasannya biaya pemilihan yang cukup mahal.

Artikel ini telah dimuat di pikiran-rakyat.com dengan judul: Wacana Jabatan Presiden 3 Periode, Ketum PBNU Said Aqil Siradj: Tak Bertentangan dengan Fikih

 

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X