CN-235 FTB Ground Test, Penggunaan Bioavtur Pesawat Mulai Dijajal

- Senin, 6 September 2021 | 18:49 WIB
CN 235 FTB (suaramerdeka.com/dok)
CN 235 FTB (suaramerdeka.com/dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Pesawat CN235-220 Flying Test Bed (FTB) milik PT Dirgantara Indonesia melakukan ground test untuk kali pertama dengan bahan bakar Bioavtur J2.4 di apron hanggar aircraft services pabrik pesawat tersebut di Bandung, Senin (6/9).

Uji darat itu berlangsung selama 20 menit. Menurut Kepala Tim Uji PT DI, Captain Adi Budi, pelaksanaan pengetesan itu mencakup start engine sebelah kanan yang menggunakan bioavtur J2.4 kemudian diikuti dengan start engine sebelah kiri yang menggunakan avtur Jet A1.

"Hasilnya, semuanya normal tidak ada abnormality," tandasnya. Tahapan itu dilanjutkan dengan melakukan power check dengan power pertama kali adalah flight idle dan secara bertahap dinaikkan sampai ke maximum takeoff power.

Setelah itu, jelasnya, mereka melakukan evaluasi atas respon engine saat akselerasi dan deselerasi. Disusul kemudian dengan perubahan secara cepat dari maximum power ke flight idle yang diikuti dengan slamming ke maximum power.

"Dari semua test yang dilakukan, respon engine semuanya normal dan tidak terlihat perbedaan dibandingkan saat menggunakan bahan bakar avtur," katanya.

Dijelaskan, pelaksanaan ground test tersebut merupakan tahap terakhir sebelum dilakukan flight test. Direncanakan, flight test akan berjalan 2 (dua) kali di pekan kedua September 2021.

Baca Juga: Sempat Pasang Badan Bela Saipul Jamil, Inul Minta Maaf: Saya Lihat Sisi Baiknya

Hasil pengujian ground test dan flight test pesawat turboprop CN235-220 FTB dengan menggunakan bioavtur tersebut diharapkan menghasilkan data penting sekaligus masukan bagi pihak berwenang terutama Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA) dalam penggunaannya.

Bioavtur merupakan bahan bakar campuran bioavtur yang dihasilkan dari bahan baku 2,4 persen minyak inti sawit atau Refined Bleached Degummed Palm Kernel Oil (RBDPKO) dengan menggunakan katalis, produk hasil kerja sama di dalam negeri.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X