Kasus Pemukulan Libatkan Ketua DPRD, Gerindra Diminta Mengevaluasi

- Selasa, 8 Oktober 2019 | 07:21 WIB
Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

BANDUNG, suaramerdeka.com - Pengamat politik Unpad, Muradi menilai kasus dugaan pemukulan yang melibatkan Ketua DPRD Jabar, Taufik Hidayat terhadap ASN di lingkungan sekretariat dewan harus menjadi atensi Partai Gerindra.

Bahkan Muradi menyarankan Gerindra untuk mempertimbangkan keberadaan figur yang ditempatkan sebagai pimpinan dewan tersebut. "Kalau saya jadi Pak Prabowo, saya akan evaluasi betul," katanya kepada wartawan, Senin (7/10).

Pasalnya, katanya, pemukulan tersebut akan sangat diingat publik sebagai bentuk arogansi politik dari Gerindra. "Itu akan diingat publik, dikenang publik sebagai arogansi politik. Itu akan lama," katanya.

Menurut dia, kasus pemukulan tersebut telah mencedera kiprah partai. Pasalnya tindakan main hakim sendiri secara fisik bukanlah karakter Jabar.

"Itu akan mencederai pijakan politik Gerindra di Jabar. Saya bukan pituin (tokoh), tapi orang Jabar itu tak ada yang seperti itu, marah semarahnya paling mulut, tidak sampai memukul," jelas Muradi.

Insiden pemukulan itu diduga terjadi di depan Gedung DPRD Jabar. Rekaman videonya yang diyakini menggambarkan kejadian itu turut beredar. Humas DPRD pun mengetahui kejadian tersebut. 

Peristiwa itu sendiri bermula dari keterlambatan perbaikan pagar akibat demo di depan gedung dewan. Taufik ingin cepat perbaikan dilakukan sedangkan pihak Kepala Sub Bagian Pemeliharaan dan Perlengkapan Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Nugraha tak bisa menyediakan tenaga kerja untuk melakukannya. Dalam perkembangannya, kedua belah pihak saling kemudian saling memaafkan.

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X