Pengamat: Wajar, Aksi Warga Tasyakuran Usai Penetapan Status Tersangka KPK

- Minggu, 5 September 2021 | 23:53 WIB
Warga dukung Bupati Banjarnegara ditangkap KPK (foto: portalpurwokerto.pikiran-rakyat)
Warga dukung Bupati Banjarnegara ditangkap KPK (foto: portalpurwokerto.pikiran-rakyat)

PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Aksi warga Banjarnegara yang melakukan cukur gundul dan menggelar tasyakuran usai penetapan status tersangka oleh KPK, Sabiq menilai hal tersebut sangat wajar.

Pasalnya, tindakan serupa juga terjadi di daerah yang bupati/wali kotanya ditangkap KPK seperti Probolinggo dan Kota Tegal belum lama ini.

Menurut pria kelahiran Magelang ini, aksi tasyakuran tersebut belum tentu dilakukan oleh lawan politik Kepala Daerah yang kalah dalam waktu Pilkada.

Baca Juga: Hacker Bajak Email Perusahaan Swasta di Jogja, Sukses Kuras Rp 14 Miliar

Bisa jadi, itu dilakukan oleh kelompok masyarakat yang merasa kecewa dengan kebijakan yang diterapkan.

"Artinya sudah ada kekecewaan yang menyebar di masyarakat. Masyarakat itu kecewa karena pimpinan daerahnya hanya memperhatikan kroninya saja lewat proyek itu dan menggunakan anggaran publik untuk kepentingan kelompoknya saja. Ketika yang bersangkutan akhirnya jadi tersangka itu hal yang wajar," kata dia.

Sabiq mengemukakan, tertangkapnya kepala daerah karena mencuri uang rakyat dapat berakibat yang bersangkutan 'masuk kotak' atau berakhir karier politiknya.

Baca Juga: Kasus Perusakan Masjid Ahmadiyah, Mahfud MD: Semua Harus Menahan Diri

Apalagi, dalam kasus Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono bukan merupakan kader partai atau tokoh organisasi sayap maupun organisasi kemasyarakatan yang memiliki massa.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X