Kasus Perusakan Masjid Ahmadiyah, Peran Wapres Ma'ruf Amin Bagi Tokoh Agama Intoleran Dipertanyakan

- Sabtu, 4 September 2021 | 18:02 WIB
Masjid Ahmadiyah di Sintang. (foto: galajabar.pikiran-rakyat.com)
Masjid Ahmadiyah di Sintang. (foto: galajabar.pikiran-rakyat.com)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendapat sorotan dari Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS, terkait kasus perusakan masjid Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat.

Menurutnya, pemerintah dinilai tidak tegas terhadap pihak-pihak yang mengaku sebagai tokoh agama, tetapi selalu menebar provokasi dan kebencian.

Kejadian yang kembali terulang ini sangat disayangkan.

Menurutnya hal itu menunjukkan kehidupan toleransi antarumat beragama sudah tidak begitu kokoh, apalagi dengan munculnya tokoh agama yang diduga intoleran.

Baca Juga: Boikot Saipul Jamil, Ditolak Naik Panggung Hiburan, Petisi Change.org Capai 300.000

"Ini juga makin menunjukan peran serta kehadiran Ma'ruf Amin sebagai wapres belum optimal bagi tokoh agama yang intoleran," kata Fernando, Sabtu (4/9).

Ma'ruf Amin juga diminta segera intropeksi diri mengenai kehadirannya sebagai wapres.

Hal ini karena peran Ma'ruf sangat diharapkan dapat mengendalikan tokoh agama yang sering berbicara soal kebencian semata.

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X