Menag Kecam Perusakan Tempat Ibadah Ahmad iyah, Main Hakim Sendiri Ancaman Nyata Kerukunan Beragama

- Sabtu, 4 September 2021 | 15:09 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas(Kemenag)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas(Kemenag)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengecam perusakan tempat ibadah jemaat Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat oleh sekelompok orang.

Menag mengatakan, tindakan main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan dan merupakan pelanggaran hukum.

“Tindakan sekelompok orang yang main hakim sendiri merusak rumah ibadah dan harta benda milik orang lain tidak bisa dibenarkan dan jelas merupakan pelanggaran hukum,” tegas Menag di Jakarta, Jumat, 3 September 2021.

Tindakan main hakim sendiri, lanjut Menag, merupakan ancaman nyata bagi kerukunan umat beragama. Apalagi dengan cara-cara kekerasan yang merusak rumah ibadah dan harta benda milik orang lain.

Baca Juga: Kasus Perusakan Masjid Ahmadiyah, Mahfud MD: Semua Harus Menahan Diri

“Aparat Keamanan perlu mengambil langkah dan upaya yang tegas dan dianggap perlu untuk mencegah dan mengatasi tindakan main hakim sendiri,” tutur Menag.

"Proses secara hukum. Para pelaku harus mempertanggungjawabjan perbuatannya di hadapan hukum, demi kepastian hukum dan keadilan,” sambungynya.

Menag meminta Pemerintah Daerah dapat menjalankan fungsinya untuk menjaga kerukunan umat beragama di daerah masing-masing.

Hal itu sudah diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) No 9 dan 8 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, Dan Pendirian Rumah Ibadat.

Baca Juga: Peringati Hari Pelanggan, Perkuat Ultimate Service melalui Transformasi Digital

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: Kemenag

Tags

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB
X