Bupati Banjarnegara dan Orang Kepercayaan Ditetapkan Tersangka Korupsi, KPK: Kasus Pengadaan Barang dan Jasa

- Sabtu, 4 September 2021 | 11:54 WIB
Bupati Banjarnegara (foto: insulteng.pikiran-rakyat.com)
Bupati Banjarnegara (foto: insulteng.pikiran-rakyat.com)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono bersama orang kepercayaannya, Kedy Afandi ditetapkan sebagai tersangka korupsi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, kasus yang menjerat Bupati Banjarnegara dan orang kepercayaannya adalah pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara Tahun 2017-2018.

Atas perbuatannya, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (BS) dan orang kepercayaannya, Kedy Afandi (KA) disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999.

Baca Juga: Sengketa Lahan Petani dengan PTPN V: Bareskrim Polri Periksa 37 Saksi

Sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke1 KUHP.

Menurut Ketua KPK Firli Bahuri, BS diduga  menerima komitmen ‘fee’ miliaran rupiah atas berbagai pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara.

“Diduga BS telah menerima komitmen ‘fee’ atas berbagai pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara kurang lebih senilai Rp2,1 miliar,” kata Firli Bahuri, seperti yang dikutip suaramerdeka.com, sabtu, 4 September 2021 dari pikiran-rakyat.com di artikel berjudul: KPK Tetapkan Bupati Banjarnegara Tersangka Maling Uang Rakyat (Korupsi), Diduga Terima Rp 21 M

Baca Juga: Kerugian Negara dalam Perkara Dugaan Korupsi Pencairan Kredit BPR BKK Kebumen 2011 Jadi Tanggung Jawab Direksi

Menurut Firli, awalnya Budhi Sarwono memerintahkan Kedy Afandi untuk memimpin rapat koordinasi (rakor).

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X