MUI Apresiasi Revisi Permendag Halal Daging Impor

- Selasa, 17 September 2019 | 01:00 WIB
foto: istimewa
foto: istimewa

Kesimpangsiuran tersebut karena membandingkan aturan baru tersebut dengan Permendag Nomor 59 Tahun 2016. Di Permendag ini diatur kewajiban label halal. Tapi ada kesalahan tafsir dimana yang diatur di Permendag 59 adalah peredarannya di dalam negeri bukan saat produk masuk ke Indonesia.

Dia menjelaskan, Permentan ini mewajibkan ketentuan halal. Artinya, sebenarnya tak ada perbedaan pada kedua aturan tersebut. Intinya label halal tidak dihilangkan.

"Menjadi ramai karena ada teman-teman yang bandingkan Permendag 59/2016, disandingkan lah. Di sini memang ada satu pasal yang pasal 16. Padahal pasal ini hanya mengatur pada saat diperdagangkan di wilayah Indonesia. Jadi bukan pada saat pemasukan," katanya.

Penegasan untuk merubah peraturan tersebut juga disampaikan cendekiawan Muslim, Didin Hafidhuddin. Dia mengatakan, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada rakyat. Termasuk memberikan jaminan atas makanan ada dan beredar di pasaran adalah halal untuk dikonsumsi oleh umat Muslim, sebagai penduduk mayoritas di Indonesia.

"Karena mayoritas kita umat Islam dan makanan merupakan faktor penting, dan kita diperintahka oleh agama kita memenuhi dua kriteria Halalan Thayyiban, maka label halal itu sebuah keniscayaan ubtuk menkindungi konsumen dari makanan-makanan tidak halal," ujarnya.

Revisi Permendag 29 Tahun 2019 dinilainya sebagai penegasan perlindungan komprehensif dari pemerintah terhadap keperluan umat.

Di kesempatan lain, anggota Komisi VI DPR Abdul Aziz mengakui Permendag itu memang harus direvisi. "UU produk halal kan sudah menjamin itu apapun untuk dikonsumsi ada produk halal. Kalau Permennya harus sesuai dengan undang-undang," katanya.

Abdul Aziz pun mengapresiasi langkah Mendag yang segera merevisi Permendag tesebut. Selain itu, dia meminta Dirjen Daglu untuk memperhatikan izin impor makanan yang lama.

"Oh iya bagus (revisi) karena itu segera dilakukan yang pertama. Kedua, saya minta Dirjen Daglu agar, izin impor makanan yang lama itu diperhatikan ulang. Kan khawatirkan, dengan peraturan yang lama itu sudah ada izin impor untuk segera dibatalkan," ucapnya.

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

Immune Booster Disalurkan ke Korban Banjir Lebak

Minggu, 19 September 2021 | 11:16 WIB

Membiasakan Hidup Bersama Covid-19

Minggu, 19 September 2021 | 00:34 WIB

Pandemi dan Keseimbangan Hidup

Minggu, 19 September 2021 | 00:21 WIB
X