Pemerintah Minta Cakupan Peserta BPJamsostek Tahun Ini 29,44 Persen dari Penduduk Bekerja, Ini Alasannya

- Jumat, 3 September 2021 | 20:40 WIB
Menaker Ida Fauziyah saat menyampaikan sosialilasi Jamsostek (sm/dok)
Menaker Ida Fauziyah saat menyampaikan sosialilasi Jamsostek (sm/dok)

 

JAKARTAsuaramerdeka.com - Pemerintah mendorong Badan Pelaksana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) tahun ini bisa meraih kepesertaan 29,44 persen dari total penduduk bekerja. Pada tahunn2024 diharapkan naik menjadi  37,24 persen.

Menaker Ida Fauziyah menyampaikan hal itu pada “Sosialisasi Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi Pelaku Hubungan Industrial di Perusahaan dalam situasi Bencana non-alam Pandemi COVID-1 di  Semarang, Jumat (3/9/2021). 

Ida menilai untuk menyikapi dan menjaga keberlangsungan kepesertaan pekerja penerima upah dalam program Jamsostek, maka Pemerintah sebagai regulator dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai operator terus meningkatkan cakupan kepesertaan baik bagi pekerja Penerima Upah maupun Pekerja Bukan Penerima Upah. 

"Peningkatan cakupan kepesertaan tersebut di antaranya dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Program Jamsostek bagi Pelaku Hubungan Industrial di Perusahaan," katanya. 

Baca Juga: Atensi Kemensos Beri Bantuan Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19

Mencermati Data BPJS Ketenegakerjaan bulan Juli Tahun 2021, Ida Fauziyah menambahkan secara nasional jumlah peserta Jamsostek, Penerima Upah sebanyak 40,1 Juta orang.

"Sedangkan di Provinsi Jawa Tengah jumlah peserta Jamsostek Penerima Upah, sebanyak 1,96 juta orang yang berasal dari 77,3 ribu perusahaan," katanya. 

Ia menegaskan pemberlakuan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan peraturan pelaksanaannya merupakan bukti kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Diharapkan melalui sosialisasi program Jamsostek bagi pelaku hubungan industrial ini, mampu memahami pentingnya Jamsostek bagi setiap perusahaan dan mengikutkan seluruh pekerjanya dalam program jaminan sosial. 

"Karena manfaat dan perlindungan yang diberikan sangatlah besar, yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan kenyamanan bekerja dan produktivitas di perusahaan," kata Ida Fauziyah. 

Baca Juga: Begal Payudara Ditangkap, Pelaku: Habis Pegang Bisa Puas

Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengatakan kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan perlindungan bagi pekerja di Indonesia.

"Ekosistem ketenagakerjaan Infonesia akan semakin kuat dan mumpuni, jika kita memperhatikan semua elemen hak-hak  pekerja yakni bagaimana pekerja memperoleh perlindungan. Salah satunya jaminan sosial," katanya. 

Sosialisasi Jamsostek bagi pelaku hubungan industrial di perusahaan diikuti oleh 50 peserta. Terdiri dari 25 pekerja dan 25 pelaku bisnis/manajemen perusahaan di Semarang. 

"Mereka belum menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Jadi kita beri pemahaman apa saja manfaat menjadi Anggota BPJS Ketenagakerjaan," ujar Indah Anggoro Putro.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB
X