Waspadai Klaster Covid-19 di Sekolah, Wamenkes Minta Skrining Berkala untuk Siswa dan Guru

- Jumat, 3 September 2021 | 13:50 WIB
Kegiatan PTM. (foto: jatengprov.go.id)
Kegiatan PTM. (foto: jatengprov.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Masyarakat harus tetap waspada meski pemerintah telah memberikan izin bagi sejumlah daerah untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) mulai 30 Agustus 2021. Hal ini karena masih adanya potensi munculnya klaster Covid-19 di sekolah.

Oleh karena itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyarankan adanya skrining secara berkala di sekolah untuk memastikan siswa serta guru dan tenaga pendidik tidak terpapar Covid-19.

“Jadi seyogyanya anak-anak diperiksa berkala sehingga anak sekolah tersebut tidak menjadi klaster,” ujar Dante dalam Rakornas KPAI secara virtual, Senin (30/8) lalu.

Terjadi peningkatan tren kasus positif dan kasus kematian akibat Covid-19 pada anak menjelang penerapan PTM. Data yang dihimpun Kementerian Kesehatan, sebanyak 15 dari 100 anak di Indonesia terkonfirmasi positif corona per 21 Agustus 2021.

Baca Juga: 4 Prajurit TNI Gugur di Papua, Puan: Usut Tuntas, Jangan Sampai Ada Korban Lagi

Sementara itu, tingkat kematian (Case Fatality Rate/CFR) Covid-19 pada anak sebesar 0,68% pada periode yang sama. CFR pada anak memang tak setinggi dewasa yang mencapai 6,45%.

Namun, menurut Dante, kasus positif Covid-19 pada anak bisa menjadi pemicu klaster keluarga dan berakibat kasus kematian pada orang dewasa lansia atau komorbid.

Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan sejumlah syarat untuk penerapan PTM. Di antaranya yakni harus ada persetujuan dari orang tua, guru dan tenaga pendidik sudah divaksinasi, kapasitas murid di ruang kelas maksimal 50%, adanya pembatasan waktu belajar di sekolah, hingga wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X