Kerugian Negara dalam Perkara Dugaan Korupsi Pencairan Kredit BPR BKK Kebumen 2011 Jadi Tanggung Jawab Direksi

- Kamis, 2 September 2021 | 13:16 WIB
Gedung Pengadilan Tipikor Kota Semarang. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
Gedung Pengadilan Tipikor Kota Semarang. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kerugian negara Rp 8,7 miliar dalam perkara dugaan korupsi pencairan kredit Perusahaan Daerah (PD) BPR BKK Kebumen Tahun 2011 dinilai menjadi tanggung jawab direksi bank.

Kuasa Hukum terdakwa Giyatmo, Taufiq Nugroho MH menilai, jajaran direksi perusahaan daerah BKK Kebumen merupakan pengelola keuangan PT BKK Kebumen.

"Terdakwa Giyatmo semestinya tidak bisa dihukum karena sudah melunasi pinjamannya. Soal uang yang digunakan hasil dari kejahatan Dian Agus, itu persoalan yang bersangkutan (Dian). Kerugian BKK Kebumen Rp 8,7 miliar seharusnya menjadi tanggung jawab direksi bank, karena Rp 8,7 M itu sudah sah resmi menjadi milik BKK Kebumen. Artinya kalau diserahkan kepada Hidayat, itu tanggung jawab BKK Kebumen," kata Taufiq usai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis, 2 September 2021.

Baca Juga: Aksi Counterfeiting Masih Marak, INTA Gelorakan Kampanye Anti Pemalsuan di Indonesia

Menurutnya, merujuk keterangan ahli pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Dr Mudzakkir yang dihadirkan di persidangan sebagai ahli, berdasarkan undang undang perjanjian, hukum perjanjian dianggap selesai ketika nasabah sudah melakukan pelunasan kepada bank.

Sehingga tidak ada hubungan hukum antara kreditur dan debitur.

"Ahli dari kami tidak setuju BKK itu uang negara, sebab menjadi PT. Sehingga jadinya aset PT, dan semestinya diselesaikan secara RUPS. Tidak ada uang negara, tetapi uang BKK," sebutnya.

Baca Juga: Amandemen UUD 1945 Perlu Melibatkan Seluruh Elemen Bangsa

Diketahui, perkara ini melibatkan tiga terdakwa. Selain Giyatmo (nasabah), juga Azam Fatoni (eks Dewan Pengawas BPR tersebut) dan Kasimin (eks Direktur Pemasaran).

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Terkini

Berhasil Kabur, Bandar Narkoba Tabrak Anggota Polisi

Senin, 22 November 2021 | 11:58 WIB

Sepanjang 2021, Polri Tangani 69 Kasus Mafia Tanah

Jumat, 19 November 2021 | 15:11 WIB
X