Literasi Tidak Cukup Calistung

- Minggu, 8 September 2019 | 08:47 WIB
Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

MAKASSAR, suaramerdeka.com - Literasi tidak hanya cukup membaca, menulis dan berhitung (calistung). Berdasarkan world economic forum yang dipublikasikan tahun 2018, yaitu keterampilan abad 21 terdapat enam literasi dasar dan ada empat core kompetensi, yakni kompetensi wajib sama satu quality karakter.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat Kemdikbud, Harris Iskandar menjelaskan enam literasi dasar itu antara lain membaca, menulis, digital, science, keuangan, kewargaan dan kebudayaan.

"Jadi enam literasi dasar itu yang harus dikuasai oleh semua orang dewasa di dunia. Kalau sekarang masih diukur dengan melihat buta aksara. Nah, sebentar lagi UNESCO pun akan bergeser. Kemudian nanti akan tumbuh terus setiap tahun. Nanti akan geser instrumennya mungkin menyangkut enam itu," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat Kemdikbud, Harris Iskandar di Makassar.

Yang sekarang sudah ada terkait instrumen negara-negara. Untuk Literasi digital leading sector-nya Kementerian Komunikasi dan Informatika. "Kalau untuk literasi keuangan leading sector-nya Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan,"  tukasnya.

Pendidikan nonformal juga memiliki peran untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh pengalaman kerja praktik, seperti pada program Pendidikan Kesetaraan Paket C.

"Jadi semua ikut paket C sekarang ini akan mendapatkan layanan keterampilan khusus sehingga lulusnya akan mendapatkan ijazah negeri paket C yang setara SMA, dilindungi oleh negara lalu berlaku di perguruan tinggi, di dunia usaha dan laku juga secara kompetensi," jelasnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyatakan bahwa Komisi X DPR RI siap memberikan dukungan kepada dunia pendidikan nonformal dan informal dalam bentuk anggaran atau kebijakan khusus yang nantinya akan berdampak kepada para alumni kursus.

"Anggaran sudah jauh meningkat. Namun kalau dibandingkan pendidikan formal tentu saja jauh, tapi jika kita bandingkan dengan 5 tahun terakhir itu sudah sangat meningkat," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian

Tahun ini ada Rp 8,3 triliun untuk pusat dan daerah. Bagi kaum hawa, kesempatan untuk pemerataan akses pendidikan dan pengetahuan itu bisa terjadi. "Apalagi tadi yang ibu-ibu yang mungkin tadinya buta aksara sekarang jadi bisa baca tulis. Itu luar biasa dan sudah ikuti tren dan pasar yang berkembang" jelasnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Gus Yahya: Jangan Sampai Peradaban Runtuh

Selasa, 7 Februari 2023 | 14:02 WIB

Ini 4 Quotes Para Tokoh Terkait Peringatan 1 Abad NU

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:42 WIB
X