Bila Dipercaya, BATAN Siap Bangun PLTN

- Sabtu, 31 Agustus 2019 | 08:15 WIB
PENJELASAN: Humas BATAN Purnomo dengan didampingi Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan (tengah) dan Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putera saat menjelaskan kepada wartawan. (suaramerdeka.com / dok)
PENJELASAN: Humas BATAN Purnomo dengan didampingi Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan (tengah) dan Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putera saat menjelaskan kepada wartawan. (suaramerdeka.com / dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), siap bila dipercaya  pemerintah untuk membuat sekaligus menangani Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang dbutuhkan, sudah tersedia sehingga tidak ada masalah.  

Bahkan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasiona (STTN-BATAN) Yogyakarta, pernah berembug dengan Pemda Kalimantan Timur, yang bakal menjadi calon ibukota baru Indonesia, terkait pemanfaatan teknologi nuklir untuk pembangkit listrik. Dengan adanya kepastian pemindahan ibukota ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, yang masuk wilayah Kalimantan Timur, maka kebutuhan pasokan energi listrik akan semakin besar.

"Sebenarnya beberapa tahun lalu BATAN pernah mencoba melakukan studi awal tapak di Kalimantan Timur dan Barat, masuk melalui kesehatan juga pertanian," kata Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan usai mewisuda 118 masiswa program studi Teknokimia Nuklir, Elektronika Instrumentasi dan Elektro Mekanika di STTN-BATAN Yogyakarta.

Samarinda, lanjut dia, sudah punya rumah sakit dengan teknologi nuklir. Begitu juga dengan di bidang pertanian juga Padi BATAN di tanam Kalimantan Timur termasuk di Penajam. ''Kalau masuk di energi mudah-mudahan masyarakat di sana tidak asing,” katanya lagi.

Lebih lanjut Anhar mengatakan, terkait wacana PLTN di ibukota baru RI itu, BATAN menyatakan hingga kini belum ada pembicaraan lanjutan dengan Pemda Kalimantan Timur. Namun bila akan dibangun PLTN di daerah itu, BATAN siap melakukan transfer teknologi di lokasi tersebut termasuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Saat ini dari negara G-20, hanya Indonesia yang belum punya PLTN. Negara lain sudah berupaya memaksimalkan energi mix baik dari fosil, baru maupun terbarukan dan nuklir merupakan energi baru yang bersih. Kalau dengan konsep ibukota cerdas akan sangat kolaboratif bersinergi denganhidro, gas, batu bara dan minyak bumi tentu saja,'' tambah Anha.

Anhar mengatakan, STTN-BATAN untuk menjawab tantangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membangun PLTN sebagai sumber energi bersih di kota yang akan disebut City in the Forest tersebut.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Baru Sebulan Diresmikan, Jembatan di Karawang Ambles

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:41 WIB

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X