Menanti Tuah Pantun Jawara Demi Jabar Juara

- Jumat, 30 Agustus 2019 | 23:18 WIB
Ridwan Kamil (bertopi) saat mengecek kawasan wisata Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta beberapa waktu lalu.
Ridwan Kamil (bertopi) saat mengecek kawasan wisata Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta beberapa waktu lalu.

BANDUNG, suaramerdeka.com - Belakangan, jurus-jurus berupa untaian pantun ramai dilontarkan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dalam serangkaian kegiatannya. Ucapan "Cakep" pun kerap terdengar. Suasana seketika mendadak hangat. Tak jarang, applaus berkumandang.

Tentu saja, pantun itu tak sembarang pantun. Ada muatan yang ingin disampaikan. Apalagi kalau bukan program-program yang dituangkan guna menyelaraskannya dengan sesanti "Jabar Juara Lahir Batin". Setidaknya, ini serius tapi santai.

Salah satu pantun yang sempat dilontarkan Ridwan Kamil adalah, "Ketemu Mojang Kacida Geulisna, Eh Ternyata Sudah Bersuami. Pembangunan Infrastruktur Harus Paripurna, Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi." Pantun lainnya berbunyi, "Keliling Kota Mencari Cincin, Untuk Meminang Kekasih Hati. Agar Jabar Juara Lahir Batin, Inovasi dan Kolaborasi Jangan Berhenti".

Khusus kata kata inovasi dan kolaborasi adalah semangat yang coba disemaikan Ridwan Kamil bersama deputinya, Uu Ruzhanul Ulum dalam era kepemimpinannya. Inovasi itu direpresentasikan melalui sejumlah program yang diluncurkan pada masa awal-awal pemerintahannya.

Program itu di antaranya Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera), Jabar Masagi untuk pendidikan karakter,    Jabar Saber Hoaks, Desa Digital, One Pesantren One Product (OPOP), Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita), hingga One Village One Company alias Desa Juara.

Deretan strategi itu terus diingatkan RK dan Uu nyaris dalam memberikan sambutan kegiatan. Tentu saja bukan sekadar mengulang tapi mereka mengharapkan program itu mendapat respon positif semua komponen. Kuncinya jelas adalah dengan kolaborasi. Mungkin lebih tepatnya sinergi.

Kepada jajarannya terutama ASN yang menjadi bagian dari dapur pacunya dalam membangun Jabar,  RK menyebut pengimbangannya adalah melalui pemahaman akan pemerintahan dinamis. Birokrasi yang tak bergerak kaku, namun responsif. Syukur-syukur membawa kebaruan dalam menghadapi tantangan yang semakin berkembang.

"Kita ini melayani bukan dilayani, ini berkaitan dengan reformasi birokrasi, kemudian dynamic government sehingga jangan kaku dengan panduan yang kadang kalah cepat dengan dinamika di lapangan sehingga dibutuhkan pamong praja atau ASN yang responsif, inspiratif, dan bisa mengambil inisiatif," jelas mantan Walikota Bandung itu, awal Agustus lalu di Jatinangor.

Terhadap kabupaten dan kota, RK pun mengajak bersama untuk "ngabret", berlari cepat. Salah satu pintu masuk yang digunakan adalah menggenjot sektor pariwisata. Jangan heran, RK bisa melakukan kunjungan lebih dari sekali terhadap objek wisata yang akan dikembangkannya. Waduk Jatiluhur, Purwakarta misalnya, bisa sampai tiga kali kunjungan.

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Jajaki Dukungan Capres

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Saatnya, Kawasan Selatan Jabar Jadi Sasaran Menawan

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:32 WIB
X